Kamis, 20 Mei 2010

Setahun, 25.000 Ton Meteor Tabrak Bumi

Tahukah Anda kalau sebanyak 25.000 ton debu dan batuan angkasa menembus lapisan atmosfer bumi setiap tahunnya? Batuan dan debu tersebut beragam ukuran, mulai dari yang kecil dan langsung mengendap di daratan dan laut, hingga yang besar.

"Semakin besar ukurannya, frekuensi jatuhnya semakin sedikit. Untuk meteor ukuran seperti yang jatuh di Duren Sawit, jumlah yang masuk ke bumi berdasarkan statistik bisa mencapai 500 per tahun," kata peneliti astronomi Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Thomas Djamaluddin, saat jumpa pers di Kementerian Riset dan Teknologi, Jakarta, Jumat (14/5/2010).

Dikatakan Thomas, rata-rata benda angkasa yang jatuh ke bumi dalam keadaan dingin. Hanya saja, beberapa kasus seperti meteor yang jatuh di Duren Sawit (29/4/2010) dan di Bima (3/5/2010) menjadi menarik karena memancarkan panas dan menimbulkan ledakan. "Manfaat penelitian, kita bisa memahami bagaimana benda langit itu berdampak di bumi. Katanya menyebabkan kawah, itu sudah banyak literatur. Tapi kalau yang menyebabkan paparan panas kaya di Bima, saya belum menemukan di literatur," tambah Thomas.

Meskipun banyak debu dan batuan luar angkasa yang jatuh tiap tahunnya, Thomas menegaskan bahwa kemungkinan benda-benda tersebut jatuh di permukiman penduduk sangat kecil. "Probabilitasnya sangat kecil dilihat dari besar bendanya dibandingkan luas bumi. Dan sebagian besar wilayah bumi tidak berpenghuni," kata Thomas.

Akhir-akhir ini memang diberitakan banyak meteor yang sampai ke bumi, seperti di Aceh, Duren Sawit, Malang, dan di Bima NTB. Namun, kata Thomas, banyaknya meteorit yang terlihat manusia tersebut tidak menandakan gejala fenomena alam tertentu. "Kebetulan jumlah penduduk lebih banyak, jadi probabilitas yang melihat banyak. Peran media massa juga semakin cepat, jadi memberi kesan banyak yang jatuh," imbuh
Thomas.

sumber:kompas

Lapisan Es Catat Sejarah Perubahan Iklim

Lapisan es abadi di Puncak Jaya Papua dapat mengungkap sejarah perubahan iklim Indonesia dan sekitarnya. Sepanjang apakah sejarah perubahan iklim yang terekam, hal itu tergantung dari ketebalan lapisan es abadi.

"Kalau di Gunung Kilimanjaro, tebalnya 50 meter bisa mencatat sejarah 11.000 tahun yang lalu. Ketebalan es-nya tergantung kecepatan siklus air," ujar peneliti Universitas Colombia, Dwi Susanto, saat jumpa pers di Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Selasa (18/5/2010) di Jakarta.

Sejumlah informasi terkait perubahan iklim, seperti curah hujan, temperatur, unsur kimia dalam udara, atau unsur karbondioksida dapat terdeteksi melalui analisis isotop unsur-unsur yang terkandung dalam es (hidrogen dan oksigen). Selain melalui lapisan es, kata Dwi, sejarah perubahan iklim juga dapat dideteksi melalui lapisan batuan sedimen dan lingkaran tahun pada kayu.

Lapisan batuan sedimen, menurut Dwi, dapat menyimpan sejarah perubahan iklim dari jutaan tahun yang lalu. "Bedanya kalau es itu ribuan tahun, sedimen jutaan tahun," ujarnya.

Sebelumnya, BMKG meresmikan kerja sama peneliti BMKG dengan peneliti Universitas Ohio dan Universitas Colombia dalam mengkaji lapisan es Puncak Jaya. Ekspedisi dan penelitian tersebut dibantu PT Freeport Indonesia dalam menyediakan peralatan pengeboran es dan personel bantuan.

"Tantangannya selain mencapai puncak Jaya, juga bagaimana es itu tidak mencair," kata Dwi. Agar tetap membeku, inti es abadi yang diambil dari puncak Jaya akan disimpan di dalam ruang cold storage freezer yang berisi dua kompartemen dengan suhu ruangan -30 derajat celsius.

"Es yang kami ambil tidak dianalisis semuanya. Sebagian disimpan karena kami yakin nantinya ada teknologi lebih baru yang akurasinya lebih," tambah Dwi.

Mengenai biaya penelitian es abadi tersebut, Kepala BMKG Sri Woro Harijono dalam kesempatan yang sama menyampaikan bahwa biaya untuk berangkat ke Puncak Jaya ditanggung tiap-tiap negara. Hanya, menurut Dwi, para peneliti mengeluarkan dana sekitar 5 juta dollar AS untuk biaya alat penelitiannya.

Uppss...mama laurent di santet?????

Kepergian juru terawang kondang Mama Lauren, yang wafat pada Senin (17/5/2010), rupanya masih menyisakan banyak kisah.

Sejumlah kabar berbau mistis belakangan hadir mengiringi kepergiannya, mulai dari kain kafannya hilang, air bekas mandinya dicuri orang, hingga santer terdengar kabar bahwa perempuan berdarah Belanda itu meninggal lantaran disantet. Benarkah?

Tak mau kabar tersebut menjadi bola liar, pihak keluarga dengan tegas membantah berita itu. Suami Mama Lauren, Handrijck Yulien Pasaribu, menegaskan bahwa Mama Lauren meninggal karena sakit.

"Kami percaya kepada Allah. Mama memang jelas sekali. Pertamanya Mama sempat asam urat di pinggang sebelah kanan. Terus, kekuatan jantung melemah, akhirnya sakitnya merembet," papar Handrijck kepada Kompas.com saat ditemui di rumahnya di Kompleks Cipinang Indah, Jalan Kasuari 2, Jakarta, Kamis (20/5/2010).

Terkait soal santet, Handrijck tak meyakini hal itu. Toh, katanya, Mama Lauren memiliki banyak teman paranormal yang jago. Menurutnya, mereka inilah yang siap membantu Mama apabila mengalami kesulitan.

"Yah, di balik Mama ada yang jago-jago. Jadi kalau memang benar (disantet) ya sudah diuber mereka (yang menyantet)," ujar Handrijck.

Hal yang sama juga ditegaskan oleh Krisna Mantra Prabawa Lauren, putra kedua Mama Lauren. Krisna mengatakan, Mama Lauren meninggal karena faktor usia. Bahkan, sudah dua kali ia terkena stroke yang membuatnya harus bolak-balik masuk rumah sakit dalam setahun belakangan ini.

"Mama memang sudah usia, ini murni. Mama kan usianya 78 tahun. Tidak mudah lho orang mencapai usia segitu. Kami tidak pernah lupa, semua itu milik Allah," tandasnya.

Sebelumnya, salah seorang paranormal, Dody Choihir, yang ditemui saat pemakaman Mama Lauren, Selasa (18/5/2010), sempat menuturkan bahwa banyak paranormal yang senang dengan kepergian Mama Lauren. Pasalnya, Mama Lauren merupakan rival yang kuat bagi paranormal lainnya


sumber info: kompas

Tips-tips menjadi seorang yang Tabah.

Siapa pun kita, tidak ada yang bebas dari tekanan hidup atau stres. Bagaimana kita menyikapi atau merespon stres, ternyata sangat membedakan kita satu sama lain.

Ada orang yang mudah mengeluh dan mudah menyerah dalam menghadapi tekanan hidup. Ada pula yang begitu tegar, optimistis, dan memandang tekanan hidup sebagai tantangan yang dapat dihadapi. Perbedaan ini dapat disebut perbedaan dalam ketabahan menghadapi stres. Ketabahan hati ternyata memiliki manfaat yang sangat besar bagi kesehatan fisik dan mental kita.

Ketabahan hati, keteguhan hati, atau hardiness, merupakan topik yang jarang dibicarakan dalam psikologi. Untunglah, hal tersebut masih menjadi perhatian sebagian kalangan psikologi, sehingga kita dapat memanfaatkan pengetahuan mengenai ketabahan hati untuk keperluan praktis dalam menghadapi persoalan hidup.

Dalam uraian ini kita akan menemukan pengertian, komponen-komponen, dan manfaat dari ketabahan hati.

Pengertian
Kobasa dkk. dalam Journal of Personality and Social Psychology (1982) menjelaskan ketabahan hati sebagai suatu konstelasi karakteristik kepribadian yang berfungsi sebagai sumber daya untuk menghadapi peristiwa-peristiwa hidup yang menimbulkan stres.

Tokoh lain, Cotton (1990), lebih jelas lagi mengartikan ketabahan hati sebagai komitmen yang kuat terhadap diri sendiri, sehingga dapat menciptakan tingkah laku yang aktif terhadap lingkungan dan perasaan bermakna yang menetralkan efek negatif stres.

Sementara Quick dkk. (1997) menyatakan ketabahan hati sebagai konstruksi kepribadian yang merefleksikan sebuah orientasi yang lebih optimistis terhadap hal-hal yang menyebabkan stres. Ini sesuai dengan pendapat Kobasa yang melihat ketabahan hati sebagai kecenderungan untuk mempersepsikan atau memandang peristiwa-peristiwa hidup yang potensial mendatangkan stres sebagai sesuatu yang tidak terlalu mengancam.

Orang yang memiliki ketabahan hati memiliki keberanian berkonfrontasi terhadap perubahan atau perbedaan dan menarik hikmah dari keadaan tersebut (Foster & Dion, 2004).

Nah, apa yang dapat Anda simpulkan mengenai ketabahan hati berdasarkan berbagai penjelasan tadi?

Komponen
Komponen atau aspek apa saja yang terdapat dalam ketabahan hati? Pengetahuan mengenai hal ini memberikan kejelasan kepada kita untuk dapat mewujudkan ketabahan dalam hidup kita.

Franken dalam bukunya Human Motivation (2002) menjelaskan adanya tiga komponen di dalam ketabahan hati. Ketiga komponen itu adalah:

1. Kontrol
Komponen ini berisi keyakinan bahwa individu dapat memengaruhi atau mengendalikan apa saja yang terjadi dalam hidupnya. Individu percaya bahwa dirinya dapat menentukan terjadinya sesuatu dalam hidupnya, sehingga tidak mudah menyerah ketika sedang berada dalam keadaan tertekan.

Individu dengan ketabahan hati yang tinggi memiliki pandangan bahwa semua kejadian dalam lingkungan dapat ditangani oleh dirinya sendiri dan ia bertanggung jawab terhadap apa yang harus dilakukan sebagai respon terhadap stres.
Seorang tokoh, DuDell, menjabarkan komponen ini menjadi empat, yaitu: (a) kerelaan dan keterampilan untuk membuat keputusan yang baik; (b) perasaan otonomi diri dan perasaan adanya suatu pilihan yang dapat diambil; (c) kemampuan untuk melihat peristiwa yang menyebabkan stres sebagai suatu bagian dari kehidupan; (d) motivasi untuk berprestasi sesuai dengan tujuan.

2. Komitmen
Komponen ini berisi keyakinan bahwa hidup itu bermakna dan memiliki tujuan. Individu juga berkeyakinan teguh pada dirinya sendiri walau apa pun yang akan terjadi.

Individu dengan ketabahan hati yang tinggi percaya akan nilai-nilai kebenaran, kepentingan dan nilai-nilai yang menarik tentang siapakah dirinya dan apa yang mampu ia lakukan. Selain itu, individu dengan ketabahan hati yang tinggi juga percaya bahwa perubahan akan membantu dirinya berkembang dan mendapatkan kebijaksanaan serta belajar banyak dari pengalaman yang telah didapat.
DuDell menjabarkan komponen ini menjadi empat, yaitu: (a) ketertarikan dan keingintahuan tentang hidup; (b) keyakinan dan ketahanan diri; (c) kerelaan untuk mencari bantuan dan dukungan sosial; (d) kemampuan mengenali nilai-nilai pribadinya yang unik dan tujuannya sendiri.

3. Tantangan
Komponen ini berupa pengertian bahwa hal-hal yang sulit dilakukan atau diwujudkan adalah sesuatu yang umum terjadi dalam kehidupan, yang pada akhirnya akan datang kesempatan untuk melakukan dan mewujudkan hal tersebut.

Dengan demikian individu akan secara ikhlas bersedia terlibat dalam segala perubahan dan melakukan segala aktivitas baru untuk bisa lebih maju. Individu seperti ini biasanya menilai perubahan sebagai sesuatu yang menyenangkan dan menantang daripada sesuatu yang sifatnya mengancam. Dengan pandangan yang terbuka dan fleksibel, tantangan dapat dipandang sebagai bagian tak terpisahkan dari kehidupan dan harus dihadapi. Bahkan, tantangan dilihat sebagai kesempatan untuk belajar lebih banyak.

DuDell menjabarkan komponen ini menjadi empat, yaitu: (a) pendekatan yang fleksibel terhadap orang lain dan kondisi-kondisi tertentu; (b) memandang segala sesuatu secara positif dan optimis; (c) kerelaan untuk mengambil risiko yang membangun; (d) penghargaan serta penerimaan atas keunikan diri sendiri sebagai suatu berkah.

Tidak Mudah Jatuh Sakit
Orang yang tabah dapat memetik beberapa manfaat bagi dirinya. Wahyu Rahardjo dalam laporan penelitiannya mengenai ketabahan hati (2005) merangkum dari berbagai literatur, dan menuliskan adanya tujuh fungsi ketabahan hati ini.

1. Membantu dalam proses adaptasi
Individu dengan ketabahan yang tinggi akan sangat terbantu dalam melakukan proses adaptasi terhadap hal-hal baru, sehingga stres yang ditimbulkan tidak banyak. Sebuah penelitian membuktikan bahwa etnis Cina Kanada yang tinggal di Toronto, yang memiliki ketabahan hati lebih tinggi, lebih mudah beradaptasi dan mengurangi efek kecemasan serta tetap memiliki harga diri yang tinggi ketika mengalami diskriminasi. Sebuah penelitian lain memiliki hasil yang senada, menunjukkan bahwa ketabahan hati dapat membantu penyesuaian diri remaja pria yang melakukan wajib militer.

2. Lebih memiliki toleransi terhadap frustrasi
Sebuah penelitian terhadap dua kelompok mahasiswa, yaitu kelompok yang memiliki ketabahan hati tinggi dan yang rendah, menunjukkan bahwa mereka yang memiliki ketabahan hati tinggi menunjukkan tingkat frustrasi yang lebih rendah dibanding mereka yang ketabahan hatinya rendah.

Senada dengan hasil penelitian itu, penelitian lain menyimpulkan bahwa ketabahan hati dapat membantu mahasiswa untuk tidak berpikir akan melakukan bunuh diri ketika sedang stres dan putus asa.

3. Mengurangi akibat buruk dari stres
Kobasa yang banyak meneliti ketabahan hati menyebutkan bahwa ketabahan hati sangat efektif berperan ketika terjadi periode stres dalam kehidupan seseorang. Demikian pula pernyataan beberapa tokoh lain. Hal ini dapat terjadi karena mereka tidak terlalu menganggap stres sebagai suatu ancaman.

4. Mengurangi kemungkinan terjadinya burnout
Burnout, yaitu situasi kehilangan kontrol pribadi karena terlalu besarnya tekanan pekerjaan terhadap diri, sangat rentan dialami oleh pekerja-pekerja emergency seperti perawat dsb. yang memiliki beban kerja tinggi. Untuk individu yang memiliki beban kerja tinggi, ketabahan hati sangat dibutuhkan untuk mengurangi burnout yang sangat mungkin timbul. Sebuah penelitian memberikan hasil yang sesuai dengan pernyataan itu, yaitu perawat yang memiliki ketabahan hati tinggi, ternyata lebih sulit mengalami burnout dibanding perawat yang ketabahan hatinya rendah.

5. Mengurangi penilaian negatif terhadap suatu kejadian atau keadaan yang dirasa mengancam dan meningkatkan pengharapan untuk melakukan coping yang berhasil
Coping adalah penyesuaian secara kognitif dan perilaku menuju keadaan yang lebih baik, bertoleransi terhadap tuntutan internal dan eksternal yang terdapat dalam situasi stres. Ketabahan hati membuat individu dapat melakukan coping yang cocok dengan masalah yang sedang dihadapi. Individu dengan ketabahan hati tinggi cenderung memandang situasi yang menyebabkan stres sebagai hal positif, dan karena itu mereka dapat lebih jernih dalam menentukan coping yang sesuai.

Pernyataan dari Schult & Schult (1994) tersebut didukung oleh sebuah penelitian terhadap perawat yang menunjukkan bahwa mereka yang memiliki ketabahan hati tinggi lebih baik dalam memilih coping yang sesuai dengan masalah yang dihadapi.

6. Lebih sulit untuk jatuh sakit yang biasanya disebabkan oleh stres
Ketabahan hati dapat menjaga individu untuk tetap sehat walaupun mengalami kejadian-kejadian yang penuh stres (Smet, 1994). Karena lebih tahan terhadap stres, individu juga akan lebih sehat dan tidak mudah jatuh sakit karena caranya menghadapi stres lebih baik dibanding individu yang ketabahan hatinya rendah (Cooper dkk, 1998).

7. Membantu individu untuk melihat kesempatan lebih jernih sebagai suatu latihan untuk mengambil keputusan.
Kobasa & Pucetti (1983) menyatakan bahwa ketabahan hati dapat membantu individu untuk melihat kesempatan lebih jernih sebagai suatu latihan untuk mengambil keputusan, baik dalam keadaan stres ataupun tidak.

didukung oleh sumber:kompas

Sebuah info tentang cara membina moral.

Dalam penulisan terdahulu, saya telah mengutip pendapat dari Linda dan Richard Eyre (1993) dari bukunya yang berjudul ”Mengajarkan Nilai-Nilai kepada Anak” tentang adanya 12 macam nilai moral yang perlu ditanamkan kepada anak.

Nilai-nilai adalah kejujuran, keberanian, cinta damai, percaya diri, disiplin diri dan sikap tahu batas, kemurnian, kesetiaan/dapat dipercaya, respek/hormat, cinta/kasih sayang, tidak egois/kepekaan, baik hati dan keadilan/belas kasihan.

Aabila pembaca mempunyai pandangan dan pilihan nilai moral lain yang dianggap lebih penting, hal tersebut tentunya sah saja karena pembagian nilai moral memang cukup bervariasi.

Dari ke-12 nilai yang telah disebutkan oleh pasangan Eyre, setengah yang pertama disebut sebagai ”nilai nurani” (values of being) karena nilai-nilai ini bermula dari berkembangnya kualitas atau sikap dalam diri kita yang menentukan perilaku dan cara kita memperlakukan orang lain. Sedangkan setengah yang terakhir disebut dengan ”nilai memberi” (values of giving) karena bermula ketika kita memberikan kepada orang lain dan selanjutnya akan berpengaruh terhadap jawaban siapakah kita.

Meski digolongkan, keduanya saling bertemu, tumpang tindih, dan mewarnai satu sama lain. Nilai nurani diberikan sebanyak yang diterima. Bisa dipraktikkan ”keluar”, tetapi bisa juga dikembangkan ”di dalam”.

Sementara itu, nilai-nilai memberi akan diterima sebanyak yang diberikan dan berkembang begitu dipraktikkan. Jadi, memberi dan menerima, berkembang dan membantu perkembangan anak, dengan cepat akan berpadu menjadi satu. Pada waktu kita mempraktikkan rasa sayang dan hormat kepada diri sendiri dan membangun nilai-nilai itu ke dalam diri kita, kita sekaligus menularkan disiplin atau kesabaran kepada anak kita melalui teladan.

Meningkatkan nilai moral

Menurut pasangan Eyre, memberikan contoh adalah guru yang terbaik. Hal-hal yang kita, sebagai orangtua, perbuat selalu berdampak lebih luas, jelas, dan berpengaruh daripada yang kita katakan. Jadi, apabila kita tidak ingin anak berdusta, orangtua juga harus memberikan contoh dengan menampilkan perilaku jujur. Agar anak tidak mem-bully teman sekolahnya, orangtua perlu menampilkan perilaku hormat, cinta damai, dan mengasihi.

Metode untuk mengembangkan moral anak perlu memerhatikan tahap perkembangan anak. Apabila anak belum bersekolah, metode yang paling efektif adalah melalui permainan sederhana, lagu, atau cerita. Apabila anak sudah makin besar, bisa melalui pepatah, puisi, permainan, simulasi, dan imajinasi. Bagi remaja, akan lebih sesuai dengan mengajak mereka berbincang tentang suatu konsep moral, mendiskusikan, dan menganalisis masalah bersama.

Yang menarik dari pembagian nilai moral Eyre yang berjumlah 12 ini adalah bahwa setiap bulan, orangtua dapat memusatkan perhatian untuk mengembangkan satu macam nilai moral dan apabila telah selesai dalam satu tahun, orangtua dapat mengulangi dari awal dengan metode yang berbeda karena anak sudah bertambah umur.

Bermain peran dan berbagai permainan kata akan bermanfaat karena memungkinkan anak menempatkan diri dalam suatu situasi, melihat dampak dan hubungan sebab akibat dari berbagai pilihan tingkah laku. Menghafalkan peribahasa dan membahas suatu cerita moral akan berguna untuk menanamkan nilai moral keanak.

Diskusi tentang konsep membuat anak dapat bicara tentang istilah moral sesuai dengan usia mereka, sementara orangtua membantu mengembangkan minat dan kemampuan anak untuk berbicara secara serius dengan orang dewasa. Terdapat hubungan erat antara perilaku moral anak dan banyaknya waktu yang digunakan untuk berbincang dengan orangtua. Apabila sering terjadi interaksi, nilai kita secara perlahan tapi pasti akan menular kepada anak.

Pengakuan atas perilaku positif dan pengabaian atas perilaku negatif terbukti lebih efektif dalam mengembangkan nilai moral. Orangtua lebih sering memerhatikan perilaku negatif, sedangkan yang positif terabaikan karena dianggap sudah semestinya dilakukan. Padahal, pemberian penghargaan dan ganjaran apabila digabung dengan pujian akan menjadi cara yang berdaya guna untuk mendukung perilaku yang bermoral. Anak juga perlu mendapat kesempatan untuk memperbaiki kesalahan.

Pemberian hukuman bagi pelanggaran peraturan kepada anak hendaknya hanya dilakukan kalau terbukti mereka mengerti tentang apa yang diharapkan darinya, terlebih lagi kalau anak sengaja melanggar harapan tersebut.

Cara terbaik tetap dengan memberikan ganjaran/hadiah apabila anak berperilaku sesuai nilai moral. Meski anak memerlukan disiplin, hal ini akan menjadi masalah serius bagi anak yang lebih besar. Penggunaan secara berkelanjutan teknik-teknik disiplin yang efektif ketika anak masih kecil ternyata cenderung menyebabkan kebencian kepada anak yang sudah lebih besar. Artinya, pemberian disiplin juga harus disesuaikan dengan tingkat perkembangan seorang anak.

Apabila telah meningkat remaja dan bertambah umur, tentunya orangtua tak dapat mengawasi anak mereka lagi. Mereka sudah harus bertanggung jawab dalam pengendalian tingkah laku sendiri. Apabila terbukti bahwa remaja dapat memberikan alasan yang masuk akal bagi perbuatannya, ia dapat terhindar dari hukuman atau penolakan sosial.

Cara yang efektif bagi semua orang untuk mengawasi tingkah lakunya sendiri adalah melalui pengembangan hati nurani. Ia harus termotivasi untuk bertindak sesuai dengan standar moral kelompok. Seseorang akan merasa bersalah apabila sadar bahwa tindakannya tidak memenuhi harapan sosial kelompoknya, sedangkan rasa malu timbul hanya jika ia sadar akan penilaian buruk kelompok terhadap tindakannya itu.

diolah dengan sumber: kompas.com

Hah??? Laki-laki pandai berbohong...

Berdasarkan hasil suatu survei di Inggris, kaum adam ternyata lebih suka berbohong ketimbang wanita. Bahkan, di antara para lelaki banyak yang merasa tidak bersalah atas kebohongannya itu.

Ini merupakan hasil jajak pendapat yang dilakukan Science Museum terhadap sekitar 3.000 responden. Berdasarkan hasil penelitian, pria di Inggris rata-rata melakukan tiga kali kebohongan setiap hari dan itu sama dengan 1.092 kali dalam setahun.

Sementara itu, kaum hawa tidak separah pria. Kebohongan yang dilakukan wanita sekitar 728 kali dalam setahun atau rata-rata dua kali dalam sehari. Di kalangan wanita, para ibu cenderung sering berkata bohong.

Dalam data lainnya ditunjukkan, sebanyak 25 persen pria mengaku sering berbohong kepada ibunya, tetapi hanya 20 persen wanita yang mengaku berbohong kepada ibu mereka. Dikaitkan dengan pasangan, hanya 10 persen responden yang mengaku cenderung berbohong kepada pacar, suami, atau istri.

Menyoal jenis kebohongan, para pria kebanyakan berdusta kepada pasangannya soal kebiasaan mereka meminum alkohol. Sementara para wanita lebih sering menyembunyikan perasaan mereka dan berkata, "Tak apa-apa, semua baik-baik saja."

Para wanita juga mengaku sering merasa bersalah setelah mengatakan kebohongan. Sekitar 82 persen mengatakan bahwa mereka menyesali perbuatannya. Sementara di kalangan pria hanya 70 persen yang mengaku menyesal telah berkata bohong.

Herbal, Warisan Sehat sejak Lampau

Meski menjadi salah satu "gudang" herbal dunia, nyatanya di Indonesia obat tradisional belum dipandang sejajar dengan obat modern. Selain itu, belum banyak dokter yang membuka praktik pengobatan herbal. Obat tradisional juga belum diintegrasikan dengan pelayanan kesehatan nasional.

Menurut Dr Amarullah H Siregar, saat ini masyarakat masih memiliki paradigma berobat. "Setiap ada keluhan langsung diobati, namun akar masalahnya tidak dicari. Paradigma kita seharusnya diubah, bukan berobat tapi minta disembuhkan," paparnya dalam seminar "Sehat dengan Herbal" yang diadakan oleh Deltomed, di Jakarta, Rabu (19/5/2010).

Ia menambahkan, obat-obatan modern lebih banyak bertujuan untuk mengobati gejala penyakitnya, tetapi tidak menyembuhkan sumbernya. Berbeda halnya dengan pengobatan herbal yang memiliki pendekatan holistik antara tubuh, pikiran, dan jiwa.

"Tubuh kita sebenarnya terbangun oleh kesatuan sistem. Semua saling berhubungan. Sehingga jika ada satu bagian yang sakit, sisi yang sehat harusnya diberdayakan," kata dokter yang menekuni pengobatan herbal (naturopati) ini.

Konsep yang diterapkan dalam ilmu naturopati adalah perawatan medis untuk memberdayakan fungsi alami tubuh dalam pengobatan, pencegahan, dan meningkatkan taraf kesehatan. Metode yang digunakan bersifat alami dan non-invasif atau tanpa operasi, tanpa obat kimia sintetis, berorientasi kepada pasien, dan ramah lingkungan.

Pengobatan tradisional, menurut Amarullah, memang harus dikonsumsi jangka panjang dan tidak memberi efek seketika seperti obat modern. Meski demikian, ia mengatakan bahwa efek penyembuhannya tetap sama.

"Ambil contoh meniran (Phyllanthus urinaria) yang punya efek seperti antibiotik. Ia tidak langsung membunuh kuman, namun mengaktifkan kelenjar timur yang menghasilkan sel-T yang merupakan pembunuh alami kuman," kata dokter yang memiliki klinik di kawasan Ragunan Jakarta ini.

Kendati demikian, obat herbal hendaknya tidak dikonsumsi secara sembarangan, apalagi bila dicampur dengan obat kimia. Konsumen juga sebaiknya memerhatikan cara pemasakan hingga cara mengonsumsinya.

Diolah dgn sumber: Kompas.com

Jumat, 09 April 2010

Fenomena Lorong Cahaya Jelang Kematian

Mereka yang punya pengalaman mendekati kematian kerap kali bercerita melihat sinar yang sangat terang atau berjalan melintasi lorong cahaya sebelum akhirnya mereka tersadar dan kembali ke dunia nyata. Fenomena yang masih diselimuti kabut misteri itu mulai sedikit terkuak.

Satu dari 10 pasien penyakit jantung yang mendapat serangan jantung dilaporkan sering mengalami fenomena cahaya atau merasakan rasa damai dan ketenangan yang luar biasa.

Para ahli dalam laporannya di jurnal Critical Care mengatakan, fenomena cahaya tersebut diduga berasal dari karbondioksida. Hasil uji pada 52 pasien penyakit jantung didapati bahwa kadar gas buang gas dalam tubuh orang yang hampir meninggal rata-rata lebih tinggi dari 11.

Pengalaman bersentuhan dengan "dunia sana" itu, menurut para ahli, disebabkan karena matinya sel-sel otak akibat kekurangan oksigen (anoxia). Pendapat lain menyebutkan, hal itu terjadi karena tingginya kadar karbondioksida dalam tubuh orang yang hampir mati.

Studi sebelumnya menemukan bahwa pemberian napas bantuan dengan karbondioksida bisa menimbulkan rasa halusinasi yang mirip dengan pengalaman orang-orang yang mati suri tersebut. Studi lain menyebutkan, efek pembiusan dalam operasi juga bisa menimbulkan halusinasi.

Namun, belum diketahui mengapa dalam tubuh pasien serangan jantung terdapat kadar karbondioksida yang tinggi. "Ini adalah bagian lain dari teka-teki yang harus dipecahkan," kata Zalika Klemenc-Ketis, salah seorang peneliti.

Ahli jantung Dr Pim van Lommel, yang juga pernah mengalami mati suri, mengatakan, fenomena cahaya adalah misteri besar dalam hidup manusia. "Sampai saat ini belum ada kajian ilmiah yang bisa menjelaskannya secara memuaskan," katanya.

sumber: KOMPAS

Kamis, 25 Maret 2010

Mengoptimalkan Produksi

Mengoptimalkan Produksi

Untuk mengoptimalkan produksi, produsen harus mempunyai pemikiran yang inovatif dan tersinergi.
Dengan kreasi yang inovatif maka dapat dihasilkan produk-produk yang berkualitas dan prima sesuai permintaan konsumen.

Selain dengan peningkatan secara teknik, agar produksi tetap optimal maka perlu management yang solid dan profesional. Dengan begitu maka target untuk mengoptimalkan produksi akan tercapai.

Rabu, 24 Maret 2010

Pengertian Produsen

Menurut pengertian Pasal 1 angka 3 UU PK,

“pelaku usaha adalah setiap orang perorangan atau badan usaha, baik yang berbentuk badan hukum maupun bukan badan hukum yang didirikan dan berkedudukan atau melakukan kegiatan dalam wilayah hukum negara Republik Indonesia, baik sendiri maupun bersama-sama melalui perjanjian menyelenggarakan kegiatan usaha dalam berbagai bidang ekonomi.”

Ketentuan di atas dapat kita jabarkan ke dalam beberapa syarat, yakni:
Bentuk atau wujud dari pelaku usaha:
Orang perorangan, yakni setiap individu yang melakukan kegiatan usahanya secara seorang diri.
Badan usaha, yakni kumpulan individu yang secara bersama-sama melakukan kegiatan usaha. Badan usaha selanjutnya dapat dikelompokkan kedalam dua kategori, yakni:
Badan hukum. Menurut hukum, badan usaha yang dapat dikelompokkan ke dalam kategori badan hukum adalah yayasan, perseroan terbatas dan koperasi.
Bukan badan hukum. Jenis badan usaha selain ketiga bentuk badan usaha diatas dapat dikategorikan sebagai badan usahan bukan badan hukum, seperti firma, atau sekelompok orang yang melakukan kegiatan usaha secara insidentil. Misalnya, pada saat mobil Anda mogok karena terjebak banjir, ada tiga orang pemuda yang menawarkan untuk mendorong mobil Anda dengan syarat mereka diberi imbalan Rp. 50.000,-. Tiga orang ini dapat dikategorikan sebagai badan usaha bukan badan hukum.
Badan usaha tersebut harus memenuhi salah satu kriteria ini:
Didirikan dan berkedudukan di wilayah hukum Negara Republik Indonesia.
Melakukan kegiatan di wilayah hukun Negara Republik Indonesia
Apa sih perbedaan antara didirikan, berkedudukan dan melakukan kegiatan? Didirikan erat kaitannya dengan badan hukum. Misalnya PT A, berdasarkan anggaran dasarnya didirikan di Indonesia. Sedangkan berkedudukan cakupannya lebih luas dari didirikan. Selain terdapat pada badan hukum, juga melekat pada non badan hukum, baik individu maupun sekelompok orang. Ini dapat ditemukan di tanda pengenal, seperti KTP atau surat izin praktek. Lalu istilah melakukan kegiatan lebih luas dibanding berkedudukan. Sebagai contohnya akhir-akhir ini sering kita jumpai tabib-tabib dari Tiongkok melakukan pengobatan di Indonesia. Mereka bukan badan hukum, sehingga tidak didirikan di Indonesia. Mereka juga tidak berkedudukan di Indonesia. Namun mereka tetap harus tunduk pada UU PK.Pertanyaan selanjutnya. Mengapa digunakan kata-kata di wilayah hukum Negara Republik Indonesia, bukan di Indonesia? Karena di wilayah hukum Negara Republik Indonesia pengertiannya lebih luas. Selain di Indonesia, juga mencakup daerah-daerah lain dimana hukum Indonesia berlaku, seperti di kapal laut atau pesawat Indonesia dan di kedutaan besar Indonesia di negara lain.
Kegiatan usaha tersebut harus didasarkan pada perjanjian.
Di dalam berbagai bidang ekonomi. Pengertian ini sangat luas, bukan hanya pada bidang produksi.
Dengan demikian jelaslah bahwa pengertian pelaku usaha menurut UU PK sangat luas. Yang dimaksud dengan pelaku usaha bukan hanya produsen, melainkan hingga pihak terakhir yang menjadi perantara antara produsen dan konsumen, seperti agen, distributor dan pengecer (konsumen perantara).

Referensi:
http://www.tunardy.com/pengertian-pelaku-usaha-menurut-uu-pk/