Kita sering mengira, bila keinginan terbesar kita terpenuhi, kita akan merasa senang selamanya. Sebaliknya, bila keinginan tidak terpenuhi, maka kita mengira akan merasa susah selamanya. Padahal, rasa hidup yang sebenarnya adalah sebentar senang dan sebentar susah.
Karena sering mengira bahwa bila keinginan terbesar terpenuhi kita akan merasa senang selamanya, kita sering mengejar sesuatu secara mati-matian dan menghindari sesuatu yang tidak kita ingini juga secara mati-matian. Pengertian yang salah mengenai sumber kebahagiaan ini dapat menyebabkan kita mengejarnya, dan dengan demikian kita justru dapat merasa sengsara.
Tulisan pada edisi yang lalu sedikit menjelaskan bagaimana kita dapat mencapai kebahagiaan menurut Psikologi Hidup Bahagia dari Ki Ageng Suryomentaram. Kita dapat mengalami surga tabah/tatag dan memiliki rasa tenteram bila memahami bagaimana keinginan-keinginan yang bersifat mulur–mungkret (berkembang-menyusut). Itulah yang menyebabkan kita sebentar senang karena keinginan yang terpenuhi, dan sebentar susah karena keinginan yang tidak terpenuhi.
Kita akan merasa tenang dengan memahami bahwa tidak ada rasa senang yang terus-menerus, dan tidak ada pula rasa susah yang terus-menerus. Dengan demikian, kita tidak perlu gentar bila keinginan-keinginan tidak tercapai. Toh kita hanya akan susah sebentar, dan akan kembali senang karena keinginan lain yang terpenuhi.
Dengan mengenali keinginan-keinginan sendiri, dengan memiliki pengetahuan mengenai rasa pribadi (pangawikan pribadi), kita dapat merasa bebas. Sebaliknya, tiadanya pengertian tentang rasa pribadi akan menghasilkan konflik-konflik dengan diri sendiri dan juga dengan orang lain.
Hal tersebut di atas dapat dilihat dalam contoh ketika kita mengalami konflik karena keinginan-keinginan kita bertentangan. Keinginan untuk langsing, misalnya, membuat kita menolak makanan. Sementara itu, keinginan untuk mengusir rasa lapar dan menikmati makanan kegemaran mendorong kita untuk menikmati makanan.
Keinginan yang bertentangan (berkonflik) ini membuat kita merasa susah (sengsara). Namun, bila keinginan-keinginan ini diamati dan dimengerti, keinginan-keinginan ini akan mereda, dan kita hanya merasa susah sebentar.
Demikian juga ketika keinginan kita bertentangan dengan keinginan orang lain, bila kita amati, kita mengerti, maka keinginan itu akan mereda. Dengan demikian, reda pula konflik yang terjadi.
Rasa hidup yang benar
Senang dan susah adalah rasa hidup. Seperti dijelaskan di atas, kita sering mengira bila keinginan terpenuhi, kita akan senang selamanya. Selain itu, kita juga sering mengira bahwa keadaan atau atribut tertentu merupakan sumber kebahagiaan.
Contohnya, kita sering mengira bahwa orang yang kaya itu pasti selalu senang dan sebaliknya orang miskin itu selalu susah. Ternyata sama saja: baik kaya maupun miskin sama-sama sebentar senang dan sebentar susah, silih berganti. Sekali lagi, dalam hidup ini tidak ada hal yang layak dikejar secara mati-matian atau dihindari secara mati-matian.
Rasa hidup yang benar menurut Suryomentaram, tokoh Psikologi Jawa, adalah rasa hidup seseorang yang merasa sebentar senang dan sebentar susah seperti yang telah dijelaskan di atas.
Rasa hidup yang benar dapat dialami bila seseorang bertindak sesuai dengan 6-sa: sapenake, sabutuhe, saperlune, sacukupe, samestine, dan sabenere. Bila kita dalam bertindak berpegang pada prinsip tersebut (dengan enak, sesuai kebutuhan, seperlunya, secukupnya, semestinya, dan sebenar-benarnya), kita dapat memiliki rasa hidup yang benar: sebentar senang, sebentar susah.
Dengan demikian, kita tidak akan merasa sengsara selamanya bila suatu keinginan tidak tercapai, dan mengira dapat senang selamanya bila mencapai suatu keinginan.
Keinginan itu salah?
Keinginan yang terpenuhi menimbulkan rasa senang, dan sebaliknya keinginan yang tidak terpenuhi menimbulkan rasa sengsara. Orang yang mengejar keinginan justru dapat merasa susah (sengsara).
Dengan berpegang pada pernyataan-pernyataan tersebut, bisa jadi kita lalu beranggapan bahwa adanya keinginan-keinginan itu menyebabkan kita tidak bahagia. Semakin banyak keinginan, semakin banyak yang tidak tercapai, membuat kita merasa sengsara.
Mungkin ada yang berpendapat bahwa lebih baik membuang keinginan-keinginan, daripada menjadi kecewa atau sakit hati bila tidak terpenuhi. Ada yang menyimpulkan bahwa kita dapat hidup tenteram bila tidak memiliki banyak keinginan?
Seorang ibu dibuat pusing oleh putranya (9 tahunan) yang terus-menerus menyodorkan berbagai permintaan. Terutama pada waktu luang, ia selalu penuh permintaan, seperti membeli makanan kecil, makanan berat, mainan, CD game, hingga permintaan membeli benda-benda yang mahal, seperti ponsel dan sebagainya.
Bila ibunya berusaha mengendalikan agar ia tidak meminta sesuatu yang tak dapat dipenuhi atau meminta supaya si anak mengendalikan keinginan, si anak akan mengatakan, ”Ibu tidak pernah membuat anaknya senang”, ”Bilang saja ibu tidak boleh”, dan berbagai kalimat lain yang menyerang ibunya.
Apa yang terjadi dalam kasus ini adalah usaha si ibu agar anaknya menekan keinginan-keinginan yang ada. Akibatnya, si anak merasa ditekan sehingga ia pun balik menyerang ibunya dengan kata-kata.
Jadi, usaha untuk mengendalikan keinginan dengan cara seperti ini sebenarnya percuma saja. Selain menghasilkan serangan balik, toh keinginan-keinginan si anak semakin hari tidak semakin berkurang.
Apa yang diajarkan oleh Suryomentaram bukanlah pesan untuk menekan atau meniadakan keinginan, melainkan agar kita menjadi pengamat atas keinginan-keinginan kita sendiri. Dengan mengamati (sebagai pengamat yang netral) keinginan kita itu, tanpa menghakimi, tanpa usaha untuk meniadakan, kita akan menjadi lebih tenang.
Penderitaan iri dan sombong
Menurut Suryomentaram, apabila seseorang mengerti bahwa rasa orang sedunia sama saja, bebaslah ia dari penderitaan iri hati dan sombong, kemudian dapat masuk surga ketenteraman. Dalam segala hal ia bertindak sesuai dengan prinsip 6-sa yang telah dijelaskan di atas.
Bagaimana dengan orang yang mengalami iri hati dan sombong? Orang yang iri ingin lebih unggul dari orang lain. Meski ia mengenakan pakaian apik, punya rumah indah, dan sebagainya, bila ada orang lain yang lebih unggul, ia tidak dapat merasakan bahwa pakaiannya apik. Ia merasa ada yang kurang, tidak dapat merasa tenteram. Demikian pula orang yang sombong, ia selalu merasa lebih unggul daripada orang lain.
Ketika dihinggapi rasa iri dan sombong, orang tidak dapat merasakan rasa hidup yang benar. Pandangannya gelap. Meski ia sudah memiliki sesuatu yang berharga (dapat membuat rasa senang, dapat membuat rasa kenyang, dan sebagainya), ia tidak dapat merasa senang karena masih menginginkan apa yang dimiliki oleh orang lain.
Dengan kesombongannya, ia tidak dapat memiliki rasa sama dengan orang lain. Padahal, rasa sama ini merupakan sumber kebahagiaan.
source by: kompas
Semangatlah kamu dalam Belajar tuk Menggapai Cita-cita seperti semangatnya kamu mendapatkan cintanya orang yang kamu cintai..........
Kamis, 20 Mei 2010
Menguak Misteri Tidur
Dalam salah satu episode serial yang diputar di televisi kabel, Law and Order: Special Victim Unit, ada kasus pembunuhan murid sekolah menengah khusus untuk anak-anak berbakat.
Lewat berbagai wawancara dan pengumpulan bukti-bukti, diketahui pembunuhnya adalah teman sekamar korban di asrama, sesama murid berbakat. Pelaku diadili dalam pengadilan remaja yang hukumannya lebih ringan karena terbukti dalam pengaruh obat yang mengganggu pola tidurnya.
Obat itu bisa membantu murid tahan belajar. Ia mampu berhari-hari tanpa tidur menyelesaikan tugas esai, membaca diktat, bahkan menganalisis permainan catur. Sarah Hyland yang bermain cantik sebagai Jennifer Banks—si pelaku pembunuhan—menunjukkan reaksi yang khas kekurangan tidur: cemas, sensitif berlebihan.
Dalam dunia nyata, reaksi kekurangan tidur ini sudah banyak dibuktikan. Salah satu yang fenomenal adalah ketika Randy Gardner (17) memecahkan rekor tidak tidur selama 264 jam (11 hari) pada akhir tahun 1963.
Menurut pengamatan William Dement, peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Stanford, California, Amerika Serikat, mood Gardner terus berubah, memori dan konsentrasinya hilang, koordinasi dan kemampuan bicara terganggu, serta mengalami halusinasi.
Sungguh, tidur bukan masalah sepele. Sudah banyak kecelakaan dan kejahatan terjadi karena gangguan tiduri. The National Sleep Research Project mencatat, meledaknya pesawat ulang alik Challenger tahun 1986 yang menewaskan ketujuh astronotnya dipicu oleh kesalahan teknis gara-gara sang mekanik kurang tidur.
Penyebab serupa mengakibatkan meledaknya salah satu reaktor pada reaktor nuklir Chernobyl (1986) yang menyebarkan kontaminasi radioaktif hingga ke Belarus, Ukraina, dan Rusia.
Karamnya kapal tanker Exxon Valdez setelah menabrak karang di perairan Alaska (1989) juga terkait dengan gangguan konsentrasi. Kapal itu menumpahkan 41,8 juta liter minyak mentah dan mencemari garis pantai sepanjang 2.080 kilometer.
Namun, seperti ditulis Newscientist, sampai kini belum ada yang tahu berapa lama manusia mampu bertahan tanpa tidur. Yang pasti, kondisi tanpa tidur bisa berakibat fatal. Tikus percobaan di laboratorium yang terus-menerus dipaksa bangun akhirnya mati setelah dua minggu. Ini waktu yang jauh lebih pendek apabila dibandingkan dengan tikus yang dibiarkan mati kelaparan.
Dampak kesehatan
Tidur merupakan topik penelitian paling kaya saat ini: mengapa manusia memerlukannya, mengapa susah untuk bisa tidur nyenyak, bagaimana tidur memengaruhi kemampuan motorik dan berpikir manusia, serta dampak pada kesejahteraan.
Daniel Kripke dari The Scripps Clinic Sleep Center di La Jolla, California, mengungkapkan, tidur berkorelasi dengan banyak hal. Seperti dikutip majalah Time dan CNN, tidur tidak hanya terkait dengan berbagai penyakit, melainkan juga menentukan panjang pendeknya umur seseorang.
Lama tidur yang ideal adalah 6,5-7,5 jam pada malam hari. Kurang atau lebih dari itu ternyata bisa berdampak buruk. "Kalau digambarkan seperti huruf U, artinya kekurangan atau kelebihan tidur sama saja akibatnya," kata Kripke.
Hasil penelitian menunjukkan, mereka yang jam tidurnya ideal kebanyakan berumur panjang. Sebaliknya, orang yang tidur hingga delapan jam atau lebih dan tidur kurang dari 6,5 jam berumur lebih pendek.
Kekurangan atau kelebihan tidur juga berdampak pada depresi, kegemukan, dan munculnya penyakit jantung. Sayang, penelitian ini belum dilanjutkan dengan menguji apakah perubahan pola tidur bisa menyembuhkan mereka yang sudah terkena berbagai gangguan kesehatan di atas.
Pada anak-anak, dampak gangguan tidur sama buruknya. Sleep Disorders Center di Rumah Sakit Sacre-Coeur, Montreal, Kanada, membuat penelitian dengan hampir 1.500 anak berusia 2,5-6 tahun sebagai respondennya. Pada penelitian yang untuk pertama kalinya secara komprehensif melihat pengaruh tidur pada anak-anak tersebut, orangtua diminta mengisi kuesioner tentang jumlah waktu tidur anak pada malam hari, hiperaktivitas, impulsivitas, gangguan konsentrasi, dan tingkat kengantukan pada siang hari.
Hasilnya, 50 persen anak rata-rata tidur 10 jam pada malam hari. Jumlah ini sesuai dengan rekomendasi waktu tidur untuk anak pada usia prasekolah.
Namun, ada 6 persen anak yang waktu tidurnya kurang dari 10 jam. Menurut Dr Jacques Montplaisir, peneliti utama program ini, anak-anak dengan waktu tidur pendek ternyata koleksi kosakatanya sedikit dan kurang memuaskan hasil tes kognitifnya.
"Satu jam kekurangan tidur berkorelasi dengan tiga kali penurunan kepandaian dan kemampuan anak berkomunikasi," katanya.
Juga tidak mengherankan bila kekurangan waktu tidur terkait dengan tingginya hasil tes hiperaktivitas dan impulsivitas pada anak-anak berusia enam tahun. Hasil ini konsisten dengan temuan bahwa waktu tidur yang cukup akan meningkatkan kemampuan anak berkonsentrasi.
Walaupun demikian, psikolog Prof Jodi Mindell dari Universitas Saint Joseph di Philadelphia, AS, mengingatkan untuk tidak buru-buru khawatir bila ada anak-anak yang jam tidurnya kurang. "Penelitian Montplaisir perlu mengukur faktor-faktor lain agar hasilnya lebih akurat," katanya.
Bisnis besar
Apa boleh buat. Pada era serba komodifikasi sekarang, persoalan tidur akhirnya menjadi bisnis besar. Dengan memasukkan kata kunci sleep research pada mesin pencari di internet, muncul 5,4 juta hasil.
javascript:void(0)
Selain itu, ada begitu banyak pusat penelitian, organisasi, bahkan jurnal yang khusus membahas tidur. Sebutlah di antaranya Journal of Sleep Research, Sleep Research Society, Center for Sleep Research, hingga American Board of Sleep Medicine.
Organisasi yang terakhir disebut di atas tampaknya perlu karena untuk mengatasi gangguan tidur di AS setiap tahunnya lebih dari 50 juta pil tidur diresepkan dokter pada tahun 2008. Masyarakat juga membelanjakan lebih dari 600 juta dollar AS per tahun untuk membeli suplemen kesehatan yang bisa mempercepat kantuk, seperti melatonin dan akar valerian.
Ungkapan Benjamin Franklin, salah satu Bapak Bangsa AS, memang tidak berlebihan. Tidur cepat, bangun cepat, adalah kunci kesehatan, kesejahteraan, dan kebijaksanaan. Ternyata itu mahal harganya.
Lewat berbagai wawancara dan pengumpulan bukti-bukti, diketahui pembunuhnya adalah teman sekamar korban di asrama, sesama murid berbakat. Pelaku diadili dalam pengadilan remaja yang hukumannya lebih ringan karena terbukti dalam pengaruh obat yang mengganggu pola tidurnya.
Obat itu bisa membantu murid tahan belajar. Ia mampu berhari-hari tanpa tidur menyelesaikan tugas esai, membaca diktat, bahkan menganalisis permainan catur. Sarah Hyland yang bermain cantik sebagai Jennifer Banks—si pelaku pembunuhan—menunjukkan reaksi yang khas kekurangan tidur: cemas, sensitif berlebihan.
Dalam dunia nyata, reaksi kekurangan tidur ini sudah banyak dibuktikan. Salah satu yang fenomenal adalah ketika Randy Gardner (17) memecahkan rekor tidak tidur selama 264 jam (11 hari) pada akhir tahun 1963.
Menurut pengamatan William Dement, peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Stanford, California, Amerika Serikat, mood Gardner terus berubah, memori dan konsentrasinya hilang, koordinasi dan kemampuan bicara terganggu, serta mengalami halusinasi.
Sungguh, tidur bukan masalah sepele. Sudah banyak kecelakaan dan kejahatan terjadi karena gangguan tiduri. The National Sleep Research Project mencatat, meledaknya pesawat ulang alik Challenger tahun 1986 yang menewaskan ketujuh astronotnya dipicu oleh kesalahan teknis gara-gara sang mekanik kurang tidur.
Penyebab serupa mengakibatkan meledaknya salah satu reaktor pada reaktor nuklir Chernobyl (1986) yang menyebarkan kontaminasi radioaktif hingga ke Belarus, Ukraina, dan Rusia.
Karamnya kapal tanker Exxon Valdez setelah menabrak karang di perairan Alaska (1989) juga terkait dengan gangguan konsentrasi. Kapal itu menumpahkan 41,8 juta liter minyak mentah dan mencemari garis pantai sepanjang 2.080 kilometer.
Namun, seperti ditulis Newscientist, sampai kini belum ada yang tahu berapa lama manusia mampu bertahan tanpa tidur. Yang pasti, kondisi tanpa tidur bisa berakibat fatal. Tikus percobaan di laboratorium yang terus-menerus dipaksa bangun akhirnya mati setelah dua minggu. Ini waktu yang jauh lebih pendek apabila dibandingkan dengan tikus yang dibiarkan mati kelaparan.
Dampak kesehatan
Tidur merupakan topik penelitian paling kaya saat ini: mengapa manusia memerlukannya, mengapa susah untuk bisa tidur nyenyak, bagaimana tidur memengaruhi kemampuan motorik dan berpikir manusia, serta dampak pada kesejahteraan.
Daniel Kripke dari The Scripps Clinic Sleep Center di La Jolla, California, mengungkapkan, tidur berkorelasi dengan banyak hal. Seperti dikutip majalah Time dan CNN, tidur tidak hanya terkait dengan berbagai penyakit, melainkan juga menentukan panjang pendeknya umur seseorang.
Lama tidur yang ideal adalah 6,5-7,5 jam pada malam hari. Kurang atau lebih dari itu ternyata bisa berdampak buruk. "Kalau digambarkan seperti huruf U, artinya kekurangan atau kelebihan tidur sama saja akibatnya," kata Kripke.
Hasil penelitian menunjukkan, mereka yang jam tidurnya ideal kebanyakan berumur panjang. Sebaliknya, orang yang tidur hingga delapan jam atau lebih dan tidur kurang dari 6,5 jam berumur lebih pendek.
Kekurangan atau kelebihan tidur juga berdampak pada depresi, kegemukan, dan munculnya penyakit jantung. Sayang, penelitian ini belum dilanjutkan dengan menguji apakah perubahan pola tidur bisa menyembuhkan mereka yang sudah terkena berbagai gangguan kesehatan di atas.
Pada anak-anak, dampak gangguan tidur sama buruknya. Sleep Disorders Center di Rumah Sakit Sacre-Coeur, Montreal, Kanada, membuat penelitian dengan hampir 1.500 anak berusia 2,5-6 tahun sebagai respondennya. Pada penelitian yang untuk pertama kalinya secara komprehensif melihat pengaruh tidur pada anak-anak tersebut, orangtua diminta mengisi kuesioner tentang jumlah waktu tidur anak pada malam hari, hiperaktivitas, impulsivitas, gangguan konsentrasi, dan tingkat kengantukan pada siang hari.
Hasilnya, 50 persen anak rata-rata tidur 10 jam pada malam hari. Jumlah ini sesuai dengan rekomendasi waktu tidur untuk anak pada usia prasekolah.
Namun, ada 6 persen anak yang waktu tidurnya kurang dari 10 jam. Menurut Dr Jacques Montplaisir, peneliti utama program ini, anak-anak dengan waktu tidur pendek ternyata koleksi kosakatanya sedikit dan kurang memuaskan hasil tes kognitifnya.
"Satu jam kekurangan tidur berkorelasi dengan tiga kali penurunan kepandaian dan kemampuan anak berkomunikasi," katanya.
Juga tidak mengherankan bila kekurangan waktu tidur terkait dengan tingginya hasil tes hiperaktivitas dan impulsivitas pada anak-anak berusia enam tahun. Hasil ini konsisten dengan temuan bahwa waktu tidur yang cukup akan meningkatkan kemampuan anak berkonsentrasi.
Walaupun demikian, psikolog Prof Jodi Mindell dari Universitas Saint Joseph di Philadelphia, AS, mengingatkan untuk tidak buru-buru khawatir bila ada anak-anak yang jam tidurnya kurang. "Penelitian Montplaisir perlu mengukur faktor-faktor lain agar hasilnya lebih akurat," katanya.
Bisnis besar
Apa boleh buat. Pada era serba komodifikasi sekarang, persoalan tidur akhirnya menjadi bisnis besar. Dengan memasukkan kata kunci sleep research pada mesin pencari di internet, muncul 5,4 juta hasil.
javascript:void(0)
Selain itu, ada begitu banyak pusat penelitian, organisasi, bahkan jurnal yang khusus membahas tidur. Sebutlah di antaranya Journal of Sleep Research, Sleep Research Society, Center for Sleep Research, hingga American Board of Sleep Medicine.
Organisasi yang terakhir disebut di atas tampaknya perlu karena untuk mengatasi gangguan tidur di AS setiap tahunnya lebih dari 50 juta pil tidur diresepkan dokter pada tahun 2008. Masyarakat juga membelanjakan lebih dari 600 juta dollar AS per tahun untuk membeli suplemen kesehatan yang bisa mempercepat kantuk, seperti melatonin dan akar valerian.
Ungkapan Benjamin Franklin, salah satu Bapak Bangsa AS, memang tidak berlebihan. Tidur cepat, bangun cepat, adalah kunci kesehatan, kesejahteraan, dan kebijaksanaan. Ternyata itu mahal harganya.
Makanan Penetral 'Fast Food'
Kehadiran fast food langsung disukai oleh masyarakat karena cocok untuk gaya hidup orang modern. Cara penyajiannya cepat sehingga semua orang bisa menyantapnya sambil berdiri atau berjalan, bahkan jalan-jalan di taman kota. Bertahun-tahun gaya hidup serba instan itu berjalan, sampai akhirnya mereka sadar bahwa fast food telah membuat jumlah orang gemuk meningkat tajam.
Tak hanya itu, obesitas juga bisa menjadi masalah yang sangat serius. Di Amerika Serikat misalnya, banyak kasus kematian terkait dengan masalah kelebihan berat badan. Dari berbagai survei maupun penelitian terungkap, penggemar fast food juga rentan terkena penyakit jantung koroner.
Sebuah penelitian di Perancis mengungkapkan, beberapa jenis makanan seperti almon, alpukat, bluberi, dan kismis dapat dijadikan penawar dari berbagai kandungan buruk dalam fast food.
Namun, karena sifatnya hanya menetralkan, tentu saja usaha terbaik untuk mengurangi beragam risiko akibat konsumsi fast food berlebihan adalah kesadaran untuk hidup sehat dengan memilih dan mengatur menu maupun pola makan yang sehat seimbang. Berikut uraian lengkap empat bahan makanan tersebut:
Almon
Almon memiliki rasio nutrisi kalori tinggi dibandingkan dengan kacang-kacangan lain. Meski berkalori tinggi, sebagian besar lemaknya tunggal atau tidak jenuh. Lemak tersebut termasuk lemak baik yang tidak akan meningkatkan risiko penyakit jantung atau kanker.
Penelitian menunjukkan bahwa almon membantu menurunkan kadar kolesterol sehingga dapat mengurangi risiko penyakit jantung koroner. Penelitian terakhir menunjukkan bahwa almon membantu menurunkan 7-10 persen kadar kolesterol LDL (kolesterol buruk).
Mengonsumsi segenggam almon (kira-kira seberat 28 gram) setiap hari dapat menjadi anti-aging alami karena mengandung 35 persen total kebutuhan vitamin E. Vitamin ini terbukti mampu menjaga kesehatan sel-sel dan meredam proses penuaan.
Almon mengandung cukup banyak magnesium, folat, vitamin E, serat, dan potasium yang diperlukan untuk memelihara kesehatan jantung, juga kalsium dan zat besi. Kombinasi nutrisi dan serat pada almon menjadikannya sumber makanan yang baik untuk pengaturan makan sehat. Almon dapat dikonsumsi langsung atau sebagai campuran bahan makanan lain, seperti kue ataupun roti.
Alpukat
Alpukat bisa menurunkan kolestrol hingga 8,2 persen, sedangkan makanan tak berlemak hanya 4,9 persen. Hebatnya lagi, alpukat mampu menstabilkan kadar kolestrol HDL (kolestrol baik) karena mengandung zat monounsaturated (semacam lemak ringan) sama dengan asam lemak pada minyak zaitun.
Daun alpukat mengandung alkohol yang dikenal sebagai peluruh air seni. Bijinya bisa dimanfaatkan untuk menurunkan kadar gula. Kandungan zat besi pada alpukat juga memiliki manfaat bagi tubuh. Di dalam tubuh zat ini berfungsi sebagai pigmen pengangkut oksigen dalam darah. Oksigen diperlukan untuk menormalkan fungsi seluruh sel tubuh.
Kandungan kaliumnya, menurut beberapa penelitian, mampu mencegah timbulnya stroke dan jantung koroner. Hal ini dimungkinkan karena di dalam tubuh, kalium berperan membuat jantung berdenyut teratur, mengaktifkan kontraksi otot, mengendalikan keseimbangan air dalam jaringan sel, dan mengatur tekanan darah.
Cara pemanfaatannya dapat dimakan langsung atau dibuat jus. Untuk jus, pilih jenis alpukat berdaging dan tebal dengan sedikit campuran gula.
Bluberi
Buah ini merupakan salah satu jenis makanan untuk mengalahkan kerutan dan menguatkan tubuh. Buah ini dibungkus dengan polifenol, anti-oksidan yang sangat ampuh membantu memerangi kerusakan sel akibat radikal bebas yang terjadi saat tubuh membakar oksigen.
Produksi radikal bebas meningkat karena sejumlah faktor, antara lain, kebiasaan merokok dan polusi. Hal ini juga dikaitkan dengan meningkatnya risiko penyakit jantung dan kanker tertentu. Radikal bebas mempercepat juga proses penuaan. Jangan lupa konsumsi bluberi dengan sereal atau susu agar tetap fit dan bugar.
Kismis
Tidak semua orang kenal manfaat kismis. Padahal, selain enak, kismis kaya kalori, serat, dan mineral. Makanan yang bisa dijadikan camilan ini banyak mengandung anti-oksidan dan serat, serta baik bagi kesehatan mulut dan gigi.
Kismis (raisin] dibuat dengan cara mengeringkan buah anggur tidak berbiji, terutama dari jenis virufera, seperti zlwmpson seedless. Anggur jenis tersebut selain tidak berbiji, juga memiliki kulit tipis, serta aroma dan rasa yang sangat manis. Buah ini mudah dikeringkan, serta tidak perlu ditambahkan gula sebagai pengawet. Di California, 95 persen kismis dibuat dari anggur jenis tersebut.
Proses pengeringan buah anggur dapat dilakukan secara alami dengan sinar matahari atau menggunakan oven. Proses pengeringan dilakukan hingga mencapai kadar air 15-18 g dan gula 68-70 g per 100 g kismis. Kismis yang baik memiliki warna coklat kehitaman atau keemasan.
Penelitian yang dilakukan Andrew J Dannenberg dari Weill Medical College-Cornell University pada hewan percobaan menunjukkan, catechin (salah satu jenis fenolik yang bersifat sebagai anti-oksidan) pada kismis dapat mengurangi terbentuknya tumor hingga 70 persen. Anti-oksidannya dapat melindungi sel dan kerusakan oksidatif sehingga menghambat proses penuaan, baik pada tubuh maupun otak. Anti-oksidan juga penting untuk melindungi kolesterol dan lemak darah dari proses oksidasi.
Lemak teroksidasi yang terdapat di dalam darah akan menumpuk pada dinding arteri dan menyebabkan penyempitan (aterosklerosis). Penyempitan pembuluh darah tersebut pada gilirannya dapat menyebabkan penyakit jantung koroner, stroke, dan hipertensi
sumber: kompas
Tak hanya itu, obesitas juga bisa menjadi masalah yang sangat serius. Di Amerika Serikat misalnya, banyak kasus kematian terkait dengan masalah kelebihan berat badan. Dari berbagai survei maupun penelitian terungkap, penggemar fast food juga rentan terkena penyakit jantung koroner.
Sebuah penelitian di Perancis mengungkapkan, beberapa jenis makanan seperti almon, alpukat, bluberi, dan kismis dapat dijadikan penawar dari berbagai kandungan buruk dalam fast food.
Namun, karena sifatnya hanya menetralkan, tentu saja usaha terbaik untuk mengurangi beragam risiko akibat konsumsi fast food berlebihan adalah kesadaran untuk hidup sehat dengan memilih dan mengatur menu maupun pola makan yang sehat seimbang. Berikut uraian lengkap empat bahan makanan tersebut:
Almon
Almon memiliki rasio nutrisi kalori tinggi dibandingkan dengan kacang-kacangan lain. Meski berkalori tinggi, sebagian besar lemaknya tunggal atau tidak jenuh. Lemak tersebut termasuk lemak baik yang tidak akan meningkatkan risiko penyakit jantung atau kanker.
Penelitian menunjukkan bahwa almon membantu menurunkan kadar kolesterol sehingga dapat mengurangi risiko penyakit jantung koroner. Penelitian terakhir menunjukkan bahwa almon membantu menurunkan 7-10 persen kadar kolesterol LDL (kolesterol buruk).
Mengonsumsi segenggam almon (kira-kira seberat 28 gram) setiap hari dapat menjadi anti-aging alami karena mengandung 35 persen total kebutuhan vitamin E. Vitamin ini terbukti mampu menjaga kesehatan sel-sel dan meredam proses penuaan.
Almon mengandung cukup banyak magnesium, folat, vitamin E, serat, dan potasium yang diperlukan untuk memelihara kesehatan jantung, juga kalsium dan zat besi. Kombinasi nutrisi dan serat pada almon menjadikannya sumber makanan yang baik untuk pengaturan makan sehat. Almon dapat dikonsumsi langsung atau sebagai campuran bahan makanan lain, seperti kue ataupun roti.
Alpukat
Alpukat bisa menurunkan kolestrol hingga 8,2 persen, sedangkan makanan tak berlemak hanya 4,9 persen. Hebatnya lagi, alpukat mampu menstabilkan kadar kolestrol HDL (kolestrol baik) karena mengandung zat monounsaturated (semacam lemak ringan) sama dengan asam lemak pada minyak zaitun.
Daun alpukat mengandung alkohol yang dikenal sebagai peluruh air seni. Bijinya bisa dimanfaatkan untuk menurunkan kadar gula. Kandungan zat besi pada alpukat juga memiliki manfaat bagi tubuh. Di dalam tubuh zat ini berfungsi sebagai pigmen pengangkut oksigen dalam darah. Oksigen diperlukan untuk menormalkan fungsi seluruh sel tubuh.
Kandungan kaliumnya, menurut beberapa penelitian, mampu mencegah timbulnya stroke dan jantung koroner. Hal ini dimungkinkan karena di dalam tubuh, kalium berperan membuat jantung berdenyut teratur, mengaktifkan kontraksi otot, mengendalikan keseimbangan air dalam jaringan sel, dan mengatur tekanan darah.
Cara pemanfaatannya dapat dimakan langsung atau dibuat jus. Untuk jus, pilih jenis alpukat berdaging dan tebal dengan sedikit campuran gula.
Bluberi
Buah ini merupakan salah satu jenis makanan untuk mengalahkan kerutan dan menguatkan tubuh. Buah ini dibungkus dengan polifenol, anti-oksidan yang sangat ampuh membantu memerangi kerusakan sel akibat radikal bebas yang terjadi saat tubuh membakar oksigen.
Produksi radikal bebas meningkat karena sejumlah faktor, antara lain, kebiasaan merokok dan polusi. Hal ini juga dikaitkan dengan meningkatnya risiko penyakit jantung dan kanker tertentu. Radikal bebas mempercepat juga proses penuaan. Jangan lupa konsumsi bluberi dengan sereal atau susu agar tetap fit dan bugar.
Kismis
Tidak semua orang kenal manfaat kismis. Padahal, selain enak, kismis kaya kalori, serat, dan mineral. Makanan yang bisa dijadikan camilan ini banyak mengandung anti-oksidan dan serat, serta baik bagi kesehatan mulut dan gigi.
Kismis (raisin] dibuat dengan cara mengeringkan buah anggur tidak berbiji, terutama dari jenis virufera, seperti zlwmpson seedless. Anggur jenis tersebut selain tidak berbiji, juga memiliki kulit tipis, serta aroma dan rasa yang sangat manis. Buah ini mudah dikeringkan, serta tidak perlu ditambahkan gula sebagai pengawet. Di California, 95 persen kismis dibuat dari anggur jenis tersebut.
Proses pengeringan buah anggur dapat dilakukan secara alami dengan sinar matahari atau menggunakan oven. Proses pengeringan dilakukan hingga mencapai kadar air 15-18 g dan gula 68-70 g per 100 g kismis. Kismis yang baik memiliki warna coklat kehitaman atau keemasan.
Penelitian yang dilakukan Andrew J Dannenberg dari Weill Medical College-Cornell University pada hewan percobaan menunjukkan, catechin (salah satu jenis fenolik yang bersifat sebagai anti-oksidan) pada kismis dapat mengurangi terbentuknya tumor hingga 70 persen. Anti-oksidannya dapat melindungi sel dan kerusakan oksidatif sehingga menghambat proses penuaan, baik pada tubuh maupun otak. Anti-oksidan juga penting untuk melindungi kolesterol dan lemak darah dari proses oksidasi.
Lemak teroksidasi yang terdapat di dalam darah akan menumpuk pada dinding arteri dan menyebabkan penyempitan (aterosklerosis). Penyempitan pembuluh darah tersebut pada gilirannya dapat menyebabkan penyakit jantung koroner, stroke, dan hipertensi
sumber: kompas
Hubungan Kanker dan Ponsel Belum Kuat
Penelitian terkini mengenai keamanan ponsel menunjukkan bahwa penggunaan alat komunikasi itu tidak terkait dengan kanker otak. Riset tidak menemukan adanya hubungan yang jelas antara keduanya. Namun, kajian lebih lanjut perlu dilakukan mengingat penggunaan ponsel terus meningkat.
"Riset tak mengungkapkan adanya peningkatan risiko. Tetapi kami tak dapat menyimpulkan bahwa tak ada risiko sama sekali karena ada cukup banyak temuan yang menunjukkan kemungkinan adanya risiko," kata Elisabeth Cardis, penulis utama riset tersebut.
Kesimpulan ini merupakan hasil studi bertajuk "Interphone" yang mengkaji 2.708 kasus tumor glioma dan 2.409 tumor meningioma di 13 negara selama lebih dari 10 tahun. Riset ini dipubliaksikan dalam International Journal of Epidemiology.
Penelitian tidak menemukan adanya peningkatan risiko tumor glioma atau meningioma setelah 10 tahun orang menggunakan ponsel kendati studi itu menemukan "petunjuk mengenai peningkatan risiko" bagi pengguna paling aktif.
Pengguna paling aktif yang menempelkan ponsel di bagian kepala yang sama dilaporkan berisiko 40 persen lebih tinggi menderita tumor glioma dan 15 persen tumor meningioma. Namun, para peneliti mengatakan, hubungan kausalitas itu kurang kuat karena adanya bias dan error.
Para ahli merekomendasikan perlunya riset lebih lanjut karena pengguna ponsel paling aktif dalam riset ini hanya berbicara sekitar setengah jam per hari. Jumlah ini dinilai tak terlalu berat untuk standar saat ini.
Peneliti juga menyampaikan perlu dilakukannya studi mengenai dampak ponsel di kalangan generasi muda, yang telah dengan cepat menjadi pengguna intensif, dan yang tak termasuk di dalam studi Interphone. Peneliti menilai, ponsel termutakhir memiliki emisi yang lebih rendah. Penggunaan handsfree dan tren penggunaan tombol qwerty pun dapat menurunkan risiko radiasi pada kepala.
info by: kompas
"Riset tak mengungkapkan adanya peningkatan risiko. Tetapi kami tak dapat menyimpulkan bahwa tak ada risiko sama sekali karena ada cukup banyak temuan yang menunjukkan kemungkinan adanya risiko," kata Elisabeth Cardis, penulis utama riset tersebut.
Kesimpulan ini merupakan hasil studi bertajuk "Interphone" yang mengkaji 2.708 kasus tumor glioma dan 2.409 tumor meningioma di 13 negara selama lebih dari 10 tahun. Riset ini dipubliaksikan dalam International Journal of Epidemiology.
Penelitian tidak menemukan adanya peningkatan risiko tumor glioma atau meningioma setelah 10 tahun orang menggunakan ponsel kendati studi itu menemukan "petunjuk mengenai peningkatan risiko" bagi pengguna paling aktif.
Pengguna paling aktif yang menempelkan ponsel di bagian kepala yang sama dilaporkan berisiko 40 persen lebih tinggi menderita tumor glioma dan 15 persen tumor meningioma. Namun, para peneliti mengatakan, hubungan kausalitas itu kurang kuat karena adanya bias dan error.
Para ahli merekomendasikan perlunya riset lebih lanjut karena pengguna ponsel paling aktif dalam riset ini hanya berbicara sekitar setengah jam per hari. Jumlah ini dinilai tak terlalu berat untuk standar saat ini.
Peneliti juga menyampaikan perlu dilakukannya studi mengenai dampak ponsel di kalangan generasi muda, yang telah dengan cepat menjadi pengguna intensif, dan yang tak termasuk di dalam studi Interphone. Peneliti menilai, ponsel termutakhir memiliki emisi yang lebih rendah. Penggunaan handsfree dan tren penggunaan tombol qwerty pun dapat menurunkan risiko radiasi pada kepala.
info by: kompas
Hubungan Kanker dan Ponsel Belum Kuat
Penelitian terkini mengenai keamanan ponsel menunjukkan bahwa penggunaan alat komunikasi itu tidak terkait dengan kanker otak. Riset tidak menemukan adanya hubungan yang jelas antara keduanya. Namun, kajian lebih lanjut perlu dilakukan mengingat penggunaan ponsel terus meningkat.
"Riset tak mengungkapkan adanya peningkatan risiko. Tetapi kami tak dapat menyimpulkan bahwa tak ada risiko sama sekali karena ada cukup banyak temuan yang menunjukkan kemungkinan adanya risiko," kata Elisabeth Cardis, penulis utama riset tersebut.
Kesimpulan ini merupakan hasil studi bertajuk "Interphone" yang mengkaji 2.708 kasus tumor glioma dan 2.409 tumor meningioma di 13 negara selama lebih dari 10 tahun. Riset ini dipubliaksikan dalam International Journal of Epidemiology.
Penelitian tidak menemukan adanya peningkatan risiko tumor glioma atau meningioma setelah 10 tahun orang menggunakan ponsel kendati studi itu menemukan "petunjuk mengenai peningkatan risiko" bagi pengguna paling aktif.
Pengguna paling aktif yang menempelkan ponsel di bagian kepala yang sama dilaporkan berisiko 40 persen lebih tinggi menderita tumor glioma dan 15 persen tumor meningioma. Namun, para peneliti mengatakan, hubungan kausalitas itu kurang kuat karena adanya bias dan error.
Para ahli merekomendasikan perlunya riset lebih lanjut karena pengguna ponsel paling aktif dalam riset ini hanya berbicara sekitar setengah jam per hari. Jumlah ini dinilai tak terlalu berat untuk standar saat ini.
Peneliti juga menyampaikan perlu dilakukannya studi mengenai dampak ponsel di kalangan generasi muda, yang telah dengan cepat menjadi pengguna intensif, dan yang tak termasuk di dalam studi Interphone. Peneliti menilai, ponsel termutakhir memiliki emisi yang lebih rendah. Penggunaan handsfree dan tren penggunaan tombol qwerty pun dapat menurunkan risiko radiasi pada kepala.
info by: kompas
"Riset tak mengungkapkan adanya peningkatan risiko. Tetapi kami tak dapat menyimpulkan bahwa tak ada risiko sama sekali karena ada cukup banyak temuan yang menunjukkan kemungkinan adanya risiko," kata Elisabeth Cardis, penulis utama riset tersebut.
Kesimpulan ini merupakan hasil studi bertajuk "Interphone" yang mengkaji 2.708 kasus tumor glioma dan 2.409 tumor meningioma di 13 negara selama lebih dari 10 tahun. Riset ini dipubliaksikan dalam International Journal of Epidemiology.
Penelitian tidak menemukan adanya peningkatan risiko tumor glioma atau meningioma setelah 10 tahun orang menggunakan ponsel kendati studi itu menemukan "petunjuk mengenai peningkatan risiko" bagi pengguna paling aktif.
Pengguna paling aktif yang menempelkan ponsel di bagian kepala yang sama dilaporkan berisiko 40 persen lebih tinggi menderita tumor glioma dan 15 persen tumor meningioma. Namun, para peneliti mengatakan, hubungan kausalitas itu kurang kuat karena adanya bias dan error.
Para ahli merekomendasikan perlunya riset lebih lanjut karena pengguna ponsel paling aktif dalam riset ini hanya berbicara sekitar setengah jam per hari. Jumlah ini dinilai tak terlalu berat untuk standar saat ini.
Peneliti juga menyampaikan perlu dilakukannya studi mengenai dampak ponsel di kalangan generasi muda, yang telah dengan cepat menjadi pengguna intensif, dan yang tak termasuk di dalam studi Interphone. Peneliti menilai, ponsel termutakhir memiliki emisi yang lebih rendah. Penggunaan handsfree dan tren penggunaan tombol qwerty pun dapat menurunkan risiko radiasi pada kepala.
info by: kompas
Vegetarian Bebas Diabetes?
Beberapa penelitian menunjukkan, para pengikut vegetarian (menghindari makanan yang berasal dari hewan) mengalami penurunan risiko kematian. Misalnya, penyakit kardiovaskular, hipertensi, dan kanker. Bagaimana dengan risiko terkena diabetes?
Dr dr Aris Wibudi, Sp PD, KEMD, menyebutkan, menjadi penganut vegetarian tidak menjamin seseorang terbebas dari diabetes melitus. "Yang harus diperhatikan adalah seberapa banyak kita mengonsumsi karbohidrat. Orang India saja yang penduduknya banyak yang menjadi vegetarian angka diabetesnya tinggi karena mereka tetap mengonsumsi nasi," paparnya.
Dalam tubuh, semua karbohidrat yang dicerna dan akhirnya diserap beredar dalam darah sebagai gula atau glukosa. Semakin sederhana rantai karbon suatu karbohidrat, semakin cepat diubah menjadi gula.
Oleh karena itu, untuk mengimbanginya, dr Aris menyarankan untuk mengonsumsi karbohidrat bersama dengan makanan yang memiliki beban glikemik rendah, yaitu makanan berserat tinggi. "Komposisi dalam satu piring sebaiknya terdiri dari 1/4 nasi, 1/4 serat, dan 1/4 protein," paparnya.
Penelitian menunjukkan, para penganut vegetarian bisa lebih sehat dan panjang umur mengingat gaya hidup vegetarian sering disertai gaya hidup sehat lainnya, seperti tidak merokok, berolahraga teratur, dan tidak mengonsumsi alkohol.
Dr dr Aris Wibudi, Sp PD, KEMD, menyebutkan, menjadi penganut vegetarian tidak menjamin seseorang terbebas dari diabetes melitus. "Yang harus diperhatikan adalah seberapa banyak kita mengonsumsi karbohidrat. Orang India saja yang penduduknya banyak yang menjadi vegetarian angka diabetesnya tinggi karena mereka tetap mengonsumsi nasi," paparnya.
Dalam tubuh, semua karbohidrat yang dicerna dan akhirnya diserap beredar dalam darah sebagai gula atau glukosa. Semakin sederhana rantai karbon suatu karbohidrat, semakin cepat diubah menjadi gula.
Oleh karena itu, untuk mengimbanginya, dr Aris menyarankan untuk mengonsumsi karbohidrat bersama dengan makanan yang memiliki beban glikemik rendah, yaitu makanan berserat tinggi. "Komposisi dalam satu piring sebaiknya terdiri dari 1/4 nasi, 1/4 serat, dan 1/4 protein," paparnya.
Penelitian menunjukkan, para penganut vegetarian bisa lebih sehat dan panjang umur mengingat gaya hidup vegetarian sering disertai gaya hidup sehat lainnya, seperti tidak merokok, berolahraga teratur, dan tidak mengonsumsi alkohol.
Informasi mengenai beasiswa “jumputan”.
Raut wajah Ibu Jawi begitu gembira melihat rapor cucunya, Ijong, siswa kelas III SDN Rawa Kemiri, Grogol Selatan, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Namun, keceriaan itu bukan semata hanya karena melihat hasil belajar Ijong yang baik, melainkan kegembiraan karena Ijong bisa kembali bersekolah setelah sempat putus sekolah akibat terbentur masalah biaya.
Ijong memang sempat putus sekolah saat masih duduk di kelas II SD. Kini, anak itu bisa melanjutkan sekolahnya dan sudah duduk di kelas III.
Kesempatan Ijong bisa melanjutkan kembali sekolah itu bukan atas biaya pribadi atau bantuan pemerintah, melainkan berkat bantuan beasiswa dari Komunitas Teplok, yaitu sebuah komunitas pencari dana beasiswa yang dipelopori para pemuda di daerah tempat Ijong tinggal di kawasan Kebon Kelapa, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Para pemuda di daerah itu tergugah dan menciptakan sebuah ide membuat suatu komunitas yang khusus berkonsentrasi pada bantuan biaya pendidikan. Ide itu muncul setelah diketahui banyak anak di daerah tersebut yang putus sekolah akibat ketidakmampuan dalam hal materi.
Beras jumputan
Awalnya, Komunitas Teplok melakukan pemberian beasiswa kepada anak-anak yang kurang mampu untuk tetap dapat bersekolah. Caranya sangat sederhana, yaitu dengan mendistribusikan "kotak" kepada tiap orang yang mau ikut bergabung membantu biaya pendidikan anak-anak di kawasan tersebut.
Sepintas, cara yang dilakukan oleh komunitas ini tak ubahnya dengan "beras jumputan" yang banyak dilakukan masyarakat Indonesia di beberapa daerah untuk berbagi kepada warga lain yang mengalami kesulitan. Jika konsep "beras jumputan" adalah menyisihkan beras, dikumpulkan, lalu dibagikan, para warga di kawasan ini menyisihkan sebagian rezekinya berupa uang untuk diisi ke dalam kotak tersebut. Jadilah cara ini disebut dengan "beasiswa jumputan".
Andi Irhami, Ketua Komunitas Teplok, menuturkan bahwa kata “teplok” digunakan karena kotak yang telah diberikan kepada para warga itu diletakkan menempel pada tembok rumah tiap-tiap warga. "Jadi, mirip lampu teplok," ujar Andi yang ditemui Kompas.com, Minggu (17/4/2010).
Setiap bulan, lanjut Andi, "kotak" yang telah didistribusikan pada warga itu kemudian dihimpun atau dijumput kembali oleh anggota Komunitas Teplok. Isinya kemudian didistribusikan dan digunakan sebagai beasiswa untuk anak-anak yang sebelumnya telah didata.
Andi mengatakan, saat ini komunitas tersebut sudah memiliki lima anak asuh yang berhak mendapatkan beasiswa. Tak hanya beasiswa penuh, beasiswa itu juga berupa alat-alat sekolah dan uang sumbangan pembinaan pendidikan (SPP).
"Setiap anak yang mendapatkan beasiswa akan dipantau perkembangannya, mulai dari kemajuan belajar sampai kebutuhan yang berkaitan dengan pendidikannya," ucap Andi.
Dia menambahkan, setiap bulannya, selain menghimpun donasi yang diterima komunitas, dia dan rekan-rekannya juga melakukan pendataan baru pada masyarakat yang kurang mampu dalam pembiayaan pendidikan anak-anaknya.
"Kegembiraan yang Ibu Jawi rasakan akan terus menjadi penyemangat kami untuk berusaha memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam mengakses pendidikan," ujarnya dengan nada optimistis.
sumber: kompas
Ijong memang sempat putus sekolah saat masih duduk di kelas II SD. Kini, anak itu bisa melanjutkan sekolahnya dan sudah duduk di kelas III.
Kesempatan Ijong bisa melanjutkan kembali sekolah itu bukan atas biaya pribadi atau bantuan pemerintah, melainkan berkat bantuan beasiswa dari Komunitas Teplok, yaitu sebuah komunitas pencari dana beasiswa yang dipelopori para pemuda di daerah tempat Ijong tinggal di kawasan Kebon Kelapa, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Para pemuda di daerah itu tergugah dan menciptakan sebuah ide membuat suatu komunitas yang khusus berkonsentrasi pada bantuan biaya pendidikan. Ide itu muncul setelah diketahui banyak anak di daerah tersebut yang putus sekolah akibat ketidakmampuan dalam hal materi.
Beras jumputan
Awalnya, Komunitas Teplok melakukan pemberian beasiswa kepada anak-anak yang kurang mampu untuk tetap dapat bersekolah. Caranya sangat sederhana, yaitu dengan mendistribusikan "kotak" kepada tiap orang yang mau ikut bergabung membantu biaya pendidikan anak-anak di kawasan tersebut.
Sepintas, cara yang dilakukan oleh komunitas ini tak ubahnya dengan "beras jumputan" yang banyak dilakukan masyarakat Indonesia di beberapa daerah untuk berbagi kepada warga lain yang mengalami kesulitan. Jika konsep "beras jumputan" adalah menyisihkan beras, dikumpulkan, lalu dibagikan, para warga di kawasan ini menyisihkan sebagian rezekinya berupa uang untuk diisi ke dalam kotak tersebut. Jadilah cara ini disebut dengan "beasiswa jumputan".
Andi Irhami, Ketua Komunitas Teplok, menuturkan bahwa kata “teplok” digunakan karena kotak yang telah diberikan kepada para warga itu diletakkan menempel pada tembok rumah tiap-tiap warga. "Jadi, mirip lampu teplok," ujar Andi yang ditemui Kompas.com, Minggu (17/4/2010).
Setiap bulan, lanjut Andi, "kotak" yang telah didistribusikan pada warga itu kemudian dihimpun atau dijumput kembali oleh anggota Komunitas Teplok. Isinya kemudian didistribusikan dan digunakan sebagai beasiswa untuk anak-anak yang sebelumnya telah didata.
Andi mengatakan, saat ini komunitas tersebut sudah memiliki lima anak asuh yang berhak mendapatkan beasiswa. Tak hanya beasiswa penuh, beasiswa itu juga berupa alat-alat sekolah dan uang sumbangan pembinaan pendidikan (SPP).
"Setiap anak yang mendapatkan beasiswa akan dipantau perkembangannya, mulai dari kemajuan belajar sampai kebutuhan yang berkaitan dengan pendidikannya," ucap Andi.
Dia menambahkan, setiap bulannya, selain menghimpun donasi yang diterima komunitas, dia dan rekan-rekannya juga melakukan pendataan baru pada masyarakat yang kurang mampu dalam pembiayaan pendidikan anak-anaknya.
"Kegembiraan yang Ibu Jawi rasakan akan terus menjadi penyemangat kami untuk berusaha memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam mengakses pendidikan," ujarnya dengan nada optimistis.
sumber: kompas
Jembatan terpanjang di Asia Tenggara.
Berdirinya Jembatan Suramadu merupakan tonggak sejarah baru dalam pembangunan konstruksi prasarana perhubungan di Indonesia. Jembatan antarpulau itu bukan hanya yang terpanjang di Indonesia, tetapi juga di Asia Tenggara.
Sebagai jembatan yang menghubungkan dua pulau, sesungguhnya Suramadu (Surabaya-Madura) merupakan jembatan kedua setelah rangkaian jembatan Barelang (Batam-Rempang-Galang) yang selesai dibangun tahun 1997. Enam jembatan dengan berbagai tipe yang menghubungkan tujuh pulau kecil di Provinsi Kepulauan Riau ini merupakan landmark keberhasilan dan kemandirian anak bangsa dalam membangun jembatan antarpulau.
Sebelum Suramadu dibangun, timbul keraguan, apakah mungkin membangun jembatan di daerah patahan dan gempa? Bagaimana dengan tiupan angin di laut Selat Madura yang terkenal kencang, apakah tidak akan memengaruhi konstruksi jembatan?
Penelitian pun akhirnya dilakukan secara mendalam selama 2003-2004. Penelitian yang lebih bersifat technical study dilakukan terhadap 12 item yang kebanyakan berupa parameter tanah.
Dari sisi seismic hazard analysis, misalnya, diperoleh kesimpulan, di sekitar lokasi jembatan tidak ditemukan suatu patahan aktif. Berdasarkan katalog gempa juga tidak ditemukan gempa dengan magnitude di atas 4 skala Richter sehingga kondisi di sekitar lokasi jembatan cukup stabil.
Kajian mendalam juga dilakukan terhadap kontur dasar laut, arus air laut, serta pengaruh pasang terhadap jembatan. Ternyata semuanya sangat memungkinkan untuk dibangun jembatan yang menghubungkan dua pulau. Adapun untuk angin, berdasarkan kajian, ternyata angin yang melintang kecepatannya sekitar 3,6 kilometer per jam sampai maksimal 65 kilometer per jam.
Tahan gempa
Jembatan Suramadu yang pemancangan tiang pertamanya dilakukan pada 20 Agustus 2003 oleh Presiden Megawati Soekarnoputri saat ini bisa tahan terhadap guncangan gempa sampai 7 skala Richter. Jembatan ini pun dirancang dengan sistem antikorosi pada fondasi tiang baja.
Karena menghubungkan dua pulau, teknologi pembangunan Jembatan Suramadu didesain agar memungkinkan kapal-kapal dapat melintas di bawah jembatan. Itulah sebabnya, di bagian bentang tengah Suramadu disediakan ruang selebar 400 meter secara horizontal dengan tinggi sekitar 35 meter.
Untuk menciptakan ruang gerak yang lebih leluasa bagi kapal-kapal, di bagian bentang tengah Suramadu dibangun dua tower (pylon) setinggi masing-masing 140 meter dari atas air. Kedua tower ini ditopang sebanyak 144 buah kabel penopang (stayed cable) serta ditanam dengan fondasi sedalam 100 meter hingga 105 meter.
”Total panjang tower sekitar 240 meter. Ini sesuatu yang belum pernah dilakukan sebelumnya,” kata Direktur Jenderal Bina Marga Departemen Pekerjaan Umum Hermanto Dardak.
Kuat 100 tahun
Secara keseluruhan, pembangunan Suramadu menghabiskan sekitar 650.000 ton beton dan lebih kurang 50.000 ton besi baja. Tak heran, dinas pekerjaan umum mengklaim Suramadu sebagai megaproyek yang menghabiskan dana total mencapai Rp 4,5 triliun. Jembatan ini dirancang kuat bertahan hingga 100 tahun atau hampir menyamai standar Inggris yang mencapai 120 tahun.
Karena berada di tengah lautan, Suramadu berpotensi terkendala faktor angin besar yang potensial terjadi di tengah lautan. Untuk memastikan keamanan kendaraan yang melintas di atas Suramadu, Departemen Pekerjaan Umum akan membangun pusat monitoring kondisi cuaca, khususnya angin.
”Jika kecepatan angin sudah mencapai 11 meter per detik atau sekitar 40 kilometer per jam, jembatan harus ditutup untuk kendaraan roda dua demi keselamatan pengendara,” ujar Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto.
Jika kecepatan angin bertambah hingga 18 meter per detik atau sekitar 65 kilometer per jam, jalur untuk kendaraan roda empat akan ditutup. Langkah ini semata-mata untuk keselamatan dan kenyamanan pengendara. Adapun konstruksi jembatan akan tetap aman karena Jembatan Suramadu dirancang tetap kokoh meski ditempa angin berkecepatan lebih dari 200 kilometer per jam.
Bukan cuma kuat dari terpaan angin, Jembatan Suramadu juga didesain mampu menopang kendaraan sesuai standar as atau axle di daratan. Dengan demikian, Suramadu diperkirakan mampu menahan beban dengan berat satu as kendaraan sekitar 10 ton.
Cukup lima menit
Setelah diresmikan besok, diperkirakan Jembatan Suramadu akan dilintasi 8.000-9.000 sepeda motor per hari serta sekitar 4.000 kendaraan roda empat per hari.
Jumlah ini berdasarkan perhitungan sebelumnya, kendaraan yang melintasi Ujung-Kamal dengan menggunakan kapal feri sekitar 2,4 juta sepeda motor per tahun (62 persen) serta 1,5 juta kendaraan roda empat per tahun (38 persen).
Selain bakal padat, jembatan ini pun pasti akan sangat membantu masyarakat karena waktu tempuh Surabaya-Madura bisa dipersingkat. Jika sebelumnya menggunakan feri dibutuhkan waktu sekitar 30 menit, sekarang dengan menggunakan Suramadu cukup ditempuh lima menit.
Sempat tersendat
Pembangunan Suramadu dalam perjalanannya sempat menemui kendala dana. Terhambatnya pencairan dana menyebabkan pembangunan approach bridge atau jembatan pendekat sisi Surabaya sepanjang 672 meter tersendat September 2008. Pemerintah Provinsi Jawa Timur akhirnya menalangi dana pembangunan melalui Bank Jatim sebesar Rp 50 miliar sebelum dana pinjaman dari Bank Exim of China sebesar 68,9 juta dollar AS cair.
Studi pembangunan yang kurang sempurna menyebabkan perkiraan biaya pembangunan juga meleset, seperti tiang pancang jembatan yang awalnya hanya didesain setinggi 45 meter akhirnya bertambah menjadi sekitar 90 meter. Karena itu, dari estimasi awal nilai kontrak sebesar Rp 4,2 triliun, biaya pembangunan akhirnya membengkak hingga Rp 4,5 triliun.
Pembiayaan pembangunan Suramadu 55 persen ditanggung pemerintah dan 45 persen sisanya pinjaman dari China. Dari total biaya pembangunan Suramadu sebesar Rp 4,5 triliun, sekitar Rp 2,1 triliun di antaranya berutang kepada China. Mahalnya pemikiran dan biaya pembangunan Suramadu diharapkan mampu menumbuhkan perekonomian di madura.
sumber kompas.
Sebagai jembatan yang menghubungkan dua pulau, sesungguhnya Suramadu (Surabaya-Madura) merupakan jembatan kedua setelah rangkaian jembatan Barelang (Batam-Rempang-Galang) yang selesai dibangun tahun 1997. Enam jembatan dengan berbagai tipe yang menghubungkan tujuh pulau kecil di Provinsi Kepulauan Riau ini merupakan landmark keberhasilan dan kemandirian anak bangsa dalam membangun jembatan antarpulau.
Sebelum Suramadu dibangun, timbul keraguan, apakah mungkin membangun jembatan di daerah patahan dan gempa? Bagaimana dengan tiupan angin di laut Selat Madura yang terkenal kencang, apakah tidak akan memengaruhi konstruksi jembatan?
Penelitian pun akhirnya dilakukan secara mendalam selama 2003-2004. Penelitian yang lebih bersifat technical study dilakukan terhadap 12 item yang kebanyakan berupa parameter tanah.
Dari sisi seismic hazard analysis, misalnya, diperoleh kesimpulan, di sekitar lokasi jembatan tidak ditemukan suatu patahan aktif. Berdasarkan katalog gempa juga tidak ditemukan gempa dengan magnitude di atas 4 skala Richter sehingga kondisi di sekitar lokasi jembatan cukup stabil.
Kajian mendalam juga dilakukan terhadap kontur dasar laut, arus air laut, serta pengaruh pasang terhadap jembatan. Ternyata semuanya sangat memungkinkan untuk dibangun jembatan yang menghubungkan dua pulau. Adapun untuk angin, berdasarkan kajian, ternyata angin yang melintang kecepatannya sekitar 3,6 kilometer per jam sampai maksimal 65 kilometer per jam.
Tahan gempa
Jembatan Suramadu yang pemancangan tiang pertamanya dilakukan pada 20 Agustus 2003 oleh Presiden Megawati Soekarnoputri saat ini bisa tahan terhadap guncangan gempa sampai 7 skala Richter. Jembatan ini pun dirancang dengan sistem antikorosi pada fondasi tiang baja.
Karena menghubungkan dua pulau, teknologi pembangunan Jembatan Suramadu didesain agar memungkinkan kapal-kapal dapat melintas di bawah jembatan. Itulah sebabnya, di bagian bentang tengah Suramadu disediakan ruang selebar 400 meter secara horizontal dengan tinggi sekitar 35 meter.
Untuk menciptakan ruang gerak yang lebih leluasa bagi kapal-kapal, di bagian bentang tengah Suramadu dibangun dua tower (pylon) setinggi masing-masing 140 meter dari atas air. Kedua tower ini ditopang sebanyak 144 buah kabel penopang (stayed cable) serta ditanam dengan fondasi sedalam 100 meter hingga 105 meter.
”Total panjang tower sekitar 240 meter. Ini sesuatu yang belum pernah dilakukan sebelumnya,” kata Direktur Jenderal Bina Marga Departemen Pekerjaan Umum Hermanto Dardak.
Kuat 100 tahun
Secara keseluruhan, pembangunan Suramadu menghabiskan sekitar 650.000 ton beton dan lebih kurang 50.000 ton besi baja. Tak heran, dinas pekerjaan umum mengklaim Suramadu sebagai megaproyek yang menghabiskan dana total mencapai Rp 4,5 triliun. Jembatan ini dirancang kuat bertahan hingga 100 tahun atau hampir menyamai standar Inggris yang mencapai 120 tahun.
Karena berada di tengah lautan, Suramadu berpotensi terkendala faktor angin besar yang potensial terjadi di tengah lautan. Untuk memastikan keamanan kendaraan yang melintas di atas Suramadu, Departemen Pekerjaan Umum akan membangun pusat monitoring kondisi cuaca, khususnya angin.
”Jika kecepatan angin sudah mencapai 11 meter per detik atau sekitar 40 kilometer per jam, jembatan harus ditutup untuk kendaraan roda dua demi keselamatan pengendara,” ujar Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto.
Jika kecepatan angin bertambah hingga 18 meter per detik atau sekitar 65 kilometer per jam, jalur untuk kendaraan roda empat akan ditutup. Langkah ini semata-mata untuk keselamatan dan kenyamanan pengendara. Adapun konstruksi jembatan akan tetap aman karena Jembatan Suramadu dirancang tetap kokoh meski ditempa angin berkecepatan lebih dari 200 kilometer per jam.
Bukan cuma kuat dari terpaan angin, Jembatan Suramadu juga didesain mampu menopang kendaraan sesuai standar as atau axle di daratan. Dengan demikian, Suramadu diperkirakan mampu menahan beban dengan berat satu as kendaraan sekitar 10 ton.
Cukup lima menit
Setelah diresmikan besok, diperkirakan Jembatan Suramadu akan dilintasi 8.000-9.000 sepeda motor per hari serta sekitar 4.000 kendaraan roda empat per hari.
Jumlah ini berdasarkan perhitungan sebelumnya, kendaraan yang melintasi Ujung-Kamal dengan menggunakan kapal feri sekitar 2,4 juta sepeda motor per tahun (62 persen) serta 1,5 juta kendaraan roda empat per tahun (38 persen).
Selain bakal padat, jembatan ini pun pasti akan sangat membantu masyarakat karena waktu tempuh Surabaya-Madura bisa dipersingkat. Jika sebelumnya menggunakan feri dibutuhkan waktu sekitar 30 menit, sekarang dengan menggunakan Suramadu cukup ditempuh lima menit.
Sempat tersendat
Pembangunan Suramadu dalam perjalanannya sempat menemui kendala dana. Terhambatnya pencairan dana menyebabkan pembangunan approach bridge atau jembatan pendekat sisi Surabaya sepanjang 672 meter tersendat September 2008. Pemerintah Provinsi Jawa Timur akhirnya menalangi dana pembangunan melalui Bank Jatim sebesar Rp 50 miliar sebelum dana pinjaman dari Bank Exim of China sebesar 68,9 juta dollar AS cair.
Studi pembangunan yang kurang sempurna menyebabkan perkiraan biaya pembangunan juga meleset, seperti tiang pancang jembatan yang awalnya hanya didesain setinggi 45 meter akhirnya bertambah menjadi sekitar 90 meter. Karena itu, dari estimasi awal nilai kontrak sebesar Rp 4,2 triliun, biaya pembangunan akhirnya membengkak hingga Rp 4,5 triliun.
Pembiayaan pembangunan Suramadu 55 persen ditanggung pemerintah dan 45 persen sisanya pinjaman dari China. Dari total biaya pembangunan Suramadu sebesar Rp 4,5 triliun, sekitar Rp 2,1 triliun di antaranya berutang kepada China. Mahalnya pemikiran dan biaya pembangunan Suramadu diharapkan mampu menumbuhkan perekonomian di madura.
sumber kompas.
Meteor dan Kecintaan pada Semesta
Di akhir hujan meteor Lyrid yang berlangsung pada April lalu, meteorit menimpa sebuah rumah di permukiman padat Kelurahan Malakasari, Duren Sawit, Jakarta Timur. Luncuran meteor yang biasanya menjadi pemandangan indah di langit ternyata jadi bencana ketika tak sepenuhnya terbakar saat memasuki atmosfer.
Meteor adalah partikel antariksa yang terbakar di atmosfer Bumi sehingga menghasilkan cahaya terang pada malam hari. Partikel tersebut umumnya berasal dari semburan komet saat bergerak mendekati Matahari. Meteor yang berukuran besar dan tidak habis terbakar, ketika sampai di Bumi disebut meteorit.
Namun, jangan salah. Meski harus dipastikan dari arah radian mana meluncurnya, kemungkinan besar meteorit ini tidak berasal dari Lyrid. "Hujan meteor berasal dari semburan partikel yang tersebar sepanjang lintasan orbit komet. Partikel ini umumnya berukuran kecil sehingga habis terbakar di atmosfer," kata Hendro Setyanto, alumnus Jurusan Astronomi Institut Teknologi Bandung, yang sekarang mengembangkan observatorium keliling.
Kesetiaan Bumi mengitari Matahari sebagai induknya memang membuat Bumi tidak terbebas dari ancaman tabrakan dengan benda-benda langit, seperti asteroid, komet, dan meteor. Dengan kemajuan teknologi sekarang, ancaman bertambah lagi dari sampah antariksa. Ini berupa satelit bekas yang menurut Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) jumlahnya lebih dari 15.000 benda.
Tergantung ukuran
Ancaman ini menjadi berat bila benda yang menabrak Bumi berukuran amat besar sehingga masih bersisa banyak ketika melewati atmosfer. Meteorit yang jatuh di Duren Sawit tinggal sebesar buah kelapa ketika menimpa rumah. Akan tetapi, banyak tabrakan lain yang dampaknya luar biasa.
Kejadian di Tunguska, 30 Juni 1908, adalah salah satu contohnya. Ledakan dahsyat di dekat Sungai Podkamennaya Tunguska, Rusia, telah memorakporandakan alam liar Siberia seluas 2.072 kilometer persegi. Ledakan itu terasa di sebagian besar kawasan Asia dan tercatat pada seismograf di Inggris. Penduduk melaporkan ada api menyala di langit dan jutaan pohon roboh di sekelilingnya.
Meski ekspedisi peneliti baru berlangsung tahun 1927, para ilmuwan hingga kini percaya ledakan terjadi pada ribuan kilometer di atas kawasan Siberia saat meteor besar memasuki atmosfer. Energi yang dilepas setara dengan 185 bom atom yang dijatuhkan Amerika di Hiroshima, Jepang. Dampaknya adalah pohon-pohon tegak dengan cabang-cabangnya dan kulit pohon yang terkelupas. Ciri kejutan gelombang panas ini baru terlihat lagi tahun 1945 di Hiroshima.
Peristiwa lain yang tidak kalah fenomenal adalah tabrakan Bumi dengan komet, 65 juta tahun silam. Berbagai simulasi ilmiah menunjukkan tabrakan membuat Bumi gelap selama beberapa bulan, mematikan sumber pangan para makhluk purba, dan melenyapkan dinosaurus dari muka Bumi.
Di Indonesia, peristiwa jatuhnya meteorit sebenarnya bukan barang baru. Catatan Lapan menunjukkan, sepanjang tujuh tahun terakhir ada beberapa kejadian meteorit, seperti di pinggir hutan Pontianak, Kalimantan Barat (2003); di lahan terbuka di Tegal, Jawa Tengah; dan di persawahan di Gianyar, Bali (2008). Sebelum kejadian Duren Sawit, yang terakhir adalah meteorit berdiameter 10 meter yang jatuh di perairan dekat Teluk Bone, Sulawesi Selatan (2009).
Sayang, sebagian meteorit yang seharusnya bisa menjadi obyek penelitian ini kurang terurus. "Yang jatuh di Bima hilang. Yang jatuh di Temanggung, Jawa Tengah, dijarah orang tinggal sepertiga," kata Hendro.
Meteorit, sebagaimana halnya fenomena langit lainnya, memang diinterpretasikan macam-macam. Di kalangan penggemar keris meteorit adalah salah satu bahan baku yang menentukan pamor berupa pola dan aura keris. Dengan teknik penempaan keris yang berbeda-beda, dihasilkan keris berpamor beras wutah yang dipercaya meningkatkan rezeki pemiliknya atau pamor ngulit semangka yang bermakna kesuburan.
"Yang paling banyak dicari adalah keris yang berpamor junjung drajat karena mempermudah naik pangkat dan pamor ujung gunung bagi yang ingin tercapai cita-citanya," tutur Harianto, penggemar keris.
Hutan di Tunguska yang sudah lebat kembali sekarang banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku obat herbal dengan berbagai khasiat. Ada yang disebut meningkatkan stamina, sistem kekebalan tubuh, mengurangi stres, sampai menjaga keseimbangan jiwa.
Fenomena hujan meteor juga dipercaya membawa keberuntungan bagi yang melihatnya. Tak heran bila di Barat orang segera mengucapkan keinginannya begitu melihat meteor. Orang Jawa bahkan menganggap seseorang "ketiban ndaru" bila mendapat rezeki tak terduga. Ndaru dalam bahasa Jawa berarti meteor.
Cintai semesta
Tanpa mengurangi rasa keprihatinan pada keluarga yang rumahnya tertimpa meteorit, harapan tentu tetap besar agar masyarakat tidak berubah kecintaannya mengamati berbagai peristiwa di langit. Apalagi peristiwa hujan meteor selalu menjadi atraksi tahunan karena saat be-revolusi mengitari Matahari, Bumi secara periodik juga melewati daerah reruntuhan komet.
Bulan Mei ini saja ada enam aktivitas hujan meteor mayor dan minor, mulai dari Eta Aquarids, Epsilon Aquilids, sampai Northern May Ophiouchids. Memang tak semua dapat diamati awam karena pada aktivitas minor biasanya tak banyak meteor yang muncul.
Meski demikian, masih banyak yang bisa dinikmati. Tahun 2010 paling tidak ada 11 hujan meteor utama. Sebutlah Geminid, Perseid, dan Leonid. Nama-nama tersebut menunjukkan arah kemunculan hujan meteor yang disebut radian. Bila arah radian berasal dari rasi Leo, akan disebut Leonid, demikian juga Geminid dari rasi Gemini dan Perseid dari rasi Perseus.
Kalau biasanya Leonid paling menarik karena banyak hujan meteor setiap jamnya—pernah mencapai 150.000 per jam tahun 1966—tahun ini kilatan cahaya dini hari akan didominasi Perseid karena puncak Leonid sudah lewat. Diperkirakan hujan meteor Perseid akan mencapai 60 meteor per jam tanggal 12-13 Agustus mendatang.
Dalam kondisi sekarang, mengamati fenomena alam menjadi penting karena bisa menumbuhkan kecintaan pada Bumi dan semesta. Bukankah selama ini Bumi tidak hanya terancam serbuan benda-benda langit, tetapi juga ulah manusia penghuninya?
Oleh karena itu, upaya Hendro lewat observatorium kelilingnya pantas dihargai. Dengan memahami posisi Bumi, moga-moga manusia bisa lebih menyayanginya.
Meteor adalah partikel antariksa yang terbakar di atmosfer Bumi sehingga menghasilkan cahaya terang pada malam hari. Partikel tersebut umumnya berasal dari semburan komet saat bergerak mendekati Matahari. Meteor yang berukuran besar dan tidak habis terbakar, ketika sampai di Bumi disebut meteorit.
Namun, jangan salah. Meski harus dipastikan dari arah radian mana meluncurnya, kemungkinan besar meteorit ini tidak berasal dari Lyrid. "Hujan meteor berasal dari semburan partikel yang tersebar sepanjang lintasan orbit komet. Partikel ini umumnya berukuran kecil sehingga habis terbakar di atmosfer," kata Hendro Setyanto, alumnus Jurusan Astronomi Institut Teknologi Bandung, yang sekarang mengembangkan observatorium keliling.
Kesetiaan Bumi mengitari Matahari sebagai induknya memang membuat Bumi tidak terbebas dari ancaman tabrakan dengan benda-benda langit, seperti asteroid, komet, dan meteor. Dengan kemajuan teknologi sekarang, ancaman bertambah lagi dari sampah antariksa. Ini berupa satelit bekas yang menurut Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) jumlahnya lebih dari 15.000 benda.
Tergantung ukuran
Ancaman ini menjadi berat bila benda yang menabrak Bumi berukuran amat besar sehingga masih bersisa banyak ketika melewati atmosfer. Meteorit yang jatuh di Duren Sawit tinggal sebesar buah kelapa ketika menimpa rumah. Akan tetapi, banyak tabrakan lain yang dampaknya luar biasa.
Kejadian di Tunguska, 30 Juni 1908, adalah salah satu contohnya. Ledakan dahsyat di dekat Sungai Podkamennaya Tunguska, Rusia, telah memorakporandakan alam liar Siberia seluas 2.072 kilometer persegi. Ledakan itu terasa di sebagian besar kawasan Asia dan tercatat pada seismograf di Inggris. Penduduk melaporkan ada api menyala di langit dan jutaan pohon roboh di sekelilingnya.
Meski ekspedisi peneliti baru berlangsung tahun 1927, para ilmuwan hingga kini percaya ledakan terjadi pada ribuan kilometer di atas kawasan Siberia saat meteor besar memasuki atmosfer. Energi yang dilepas setara dengan 185 bom atom yang dijatuhkan Amerika di Hiroshima, Jepang. Dampaknya adalah pohon-pohon tegak dengan cabang-cabangnya dan kulit pohon yang terkelupas. Ciri kejutan gelombang panas ini baru terlihat lagi tahun 1945 di Hiroshima.
Peristiwa lain yang tidak kalah fenomenal adalah tabrakan Bumi dengan komet, 65 juta tahun silam. Berbagai simulasi ilmiah menunjukkan tabrakan membuat Bumi gelap selama beberapa bulan, mematikan sumber pangan para makhluk purba, dan melenyapkan dinosaurus dari muka Bumi.
Di Indonesia, peristiwa jatuhnya meteorit sebenarnya bukan barang baru. Catatan Lapan menunjukkan, sepanjang tujuh tahun terakhir ada beberapa kejadian meteorit, seperti di pinggir hutan Pontianak, Kalimantan Barat (2003); di lahan terbuka di Tegal, Jawa Tengah; dan di persawahan di Gianyar, Bali (2008). Sebelum kejadian Duren Sawit, yang terakhir adalah meteorit berdiameter 10 meter yang jatuh di perairan dekat Teluk Bone, Sulawesi Selatan (2009).
Sayang, sebagian meteorit yang seharusnya bisa menjadi obyek penelitian ini kurang terurus. "Yang jatuh di Bima hilang. Yang jatuh di Temanggung, Jawa Tengah, dijarah orang tinggal sepertiga," kata Hendro.
Meteorit, sebagaimana halnya fenomena langit lainnya, memang diinterpretasikan macam-macam. Di kalangan penggemar keris meteorit adalah salah satu bahan baku yang menentukan pamor berupa pola dan aura keris. Dengan teknik penempaan keris yang berbeda-beda, dihasilkan keris berpamor beras wutah yang dipercaya meningkatkan rezeki pemiliknya atau pamor ngulit semangka yang bermakna kesuburan.
"Yang paling banyak dicari adalah keris yang berpamor junjung drajat karena mempermudah naik pangkat dan pamor ujung gunung bagi yang ingin tercapai cita-citanya," tutur Harianto, penggemar keris.
Hutan di Tunguska yang sudah lebat kembali sekarang banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku obat herbal dengan berbagai khasiat. Ada yang disebut meningkatkan stamina, sistem kekebalan tubuh, mengurangi stres, sampai menjaga keseimbangan jiwa.
Fenomena hujan meteor juga dipercaya membawa keberuntungan bagi yang melihatnya. Tak heran bila di Barat orang segera mengucapkan keinginannya begitu melihat meteor. Orang Jawa bahkan menganggap seseorang "ketiban ndaru" bila mendapat rezeki tak terduga. Ndaru dalam bahasa Jawa berarti meteor.
Cintai semesta
Tanpa mengurangi rasa keprihatinan pada keluarga yang rumahnya tertimpa meteorit, harapan tentu tetap besar agar masyarakat tidak berubah kecintaannya mengamati berbagai peristiwa di langit. Apalagi peristiwa hujan meteor selalu menjadi atraksi tahunan karena saat be-revolusi mengitari Matahari, Bumi secara periodik juga melewati daerah reruntuhan komet.
Bulan Mei ini saja ada enam aktivitas hujan meteor mayor dan minor, mulai dari Eta Aquarids, Epsilon Aquilids, sampai Northern May Ophiouchids. Memang tak semua dapat diamati awam karena pada aktivitas minor biasanya tak banyak meteor yang muncul.
Meski demikian, masih banyak yang bisa dinikmati. Tahun 2010 paling tidak ada 11 hujan meteor utama. Sebutlah Geminid, Perseid, dan Leonid. Nama-nama tersebut menunjukkan arah kemunculan hujan meteor yang disebut radian. Bila arah radian berasal dari rasi Leo, akan disebut Leonid, demikian juga Geminid dari rasi Gemini dan Perseid dari rasi Perseus.
Kalau biasanya Leonid paling menarik karena banyak hujan meteor setiap jamnya—pernah mencapai 150.000 per jam tahun 1966—tahun ini kilatan cahaya dini hari akan didominasi Perseid karena puncak Leonid sudah lewat. Diperkirakan hujan meteor Perseid akan mencapai 60 meteor per jam tanggal 12-13 Agustus mendatang.
Dalam kondisi sekarang, mengamati fenomena alam menjadi penting karena bisa menumbuhkan kecintaan pada Bumi dan semesta. Bukankah selama ini Bumi tidak hanya terancam serbuan benda-benda langit, tetapi juga ulah manusia penghuninya?
Oleh karena itu, upaya Hendro lewat observatorium kelilingnya pantas dihargai. Dengan memahami posisi Bumi, moga-moga manusia bisa lebih menyayanginya.
Cara Mencari Arah Kiblat
Arah kiblat menjadi prasyarat menjalankan ibadah shalat. Di mana pun umat Islam menjalankan ritual keagamaan itu, mereka harus berkiblat ke Kabah di Mekkah. Penentuan arah kiblat tentu tak masalah bagi mereka yang berada di dekat Kabah. Bagaimana memastikannya jika berada jauh dari tempat suci itu?
Beberapa waktu lalu di internet muncul tulisan Usep Fathudin, mantan Staf Khusus Menteri Agama, yang mengungkap beragam arah kiblat masjid-masjid di Jakarta. Kesahihan kiblat suatu masjid, menurutnya, perlu dicapai sebelum masjid dibangun. Hal itu karena pergeseran 1 sentimeter saja bisa berarti 100 kilometer penyimpangan jaraknya.
Meskipun begitu, menurutnya, akurasi arah kiblat 100 persen memang tidak diwajibkan dalam shalat, seperti tersebut dalam Al Quran Surat Al Baqarah ayat 144, yang memerintahkan untuk shalat ke arah kiblat. ”Kata-kata ’ke arah’ ditafsirkan sebagai usaha maksimal mengarahkan shalat kita ke Kabah di Mekkah,” urainya.
Walaupun begitu, upaya untuk mendekati ketepatan arah ke kiblat dapat dilakukan dengan berbagai cara. Usep menyebutkan, penentuan arah kiblat Masjid Al Mukhlishun di Griya Depok Asri, Depok Tengah, yang berdiri tahun 2001, menggunakan suatu kompas kecil berbahasa Inggris, dengan tulisan Latin dan Arab.
Pada alat penunjuk arah itu tertulis bahwa untuk Jakarta dan sebagian besar kota di Indonesia, arah utara jarum kompas harus menunjuk angka 9 sebagai arah kiblat.
Kenyataannya, survei arah kiblat yang dilakukannya di berbagai masjid besar di Jakarta memperlihatkan, kompas yang digunakannya menunjuk arah yang berbeda-beda di tiap tempat ibadah itu, berkisar dari 7,5 hingga 9.
Penentuan arah kiblat yang dipakai umumnya mengacu pada arah utara geografis sebenarnya, yang memakai arah kompas atau jarum magnetik yang disebut ”pencari arah Kabah”. Arah jarum magnetik di kompas mengarah berdasarkan kutub magnetik Bumi di kutub utara.
Ternyata arah utara magnetik Bumi itu berbeda di tiap kota dari waktu ke waktu. Hal ini dipengaruhi oleh rotasi Bumi. Penelitian menunjukkan arah utara magnetik terus bergeser sekitar 4,8 kilometer per tahun. Pada tahun 2005 pergeserannya mencapai 800 kilometer dari kutub utara sebenarnya. Pada 2050 diperkirakan utara magnetik Bumi mendekati Siberia.
Qibla Locator
Penggunaan kompas sebagai penunjuk arah kiblat belakangan memang dianggap kurang akurat. Belakangan diperkenalkan peranti lunak Qibla Locator yang termuat dalam situs web http://www.qiblalocator.com.
Qibla Locator atau penunjuk arah kiblat antara lain dirancang oleh Ibn Mas’ud dengan menggunakan peranti lunak aplikasi Google Maps API v2, sejak tahun 2006. Pengembangan tampilan dan aplikasinya kemudian melibatkan Hamed Zarrabi Zadeh dari Universitas Waterloo di Ontario, Kanada.
Pada Qibla Locator versi Beta seri 0.8.7 itu dilengkapi dengan geocoding dari Yahoo, pengontrol arah pada citra peta, dan indikator tingkat pembesaran. Hingga September 2007 dihasilkan empat versi Beta dengan beberapa aplikasi tambahan, Geocoder, dan tampilan jarak.
Dengan Qibla Locator yang berbasis Google Earth ini dapat diketahui arah kiblat dari mana pun kita berada. Untuk mengetahuinya, di bagian atas situs itu ada kotak untuk memasukkan lokasi, alamat atau nama jalan, kode pos, dan negara atau garis lintang dan garis bujur.
Maka di sisi kanan gambar peta akan muncul besaran arah kiblat atau kabah dan jaraknya dari posisi lokasi yang kita masukkan. Peranti lunak ini, menurut Thomas Djamaluddin, Kepala Pusat Pemanfaatan Sains Atmosfer dan Iklim Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) sangat membantu guna mengecek arah kiblat secara akurat. ”Ini bisa untuk koreksi massal masjid-masjid di Indonesia,” katanya.
Bayangan matahari
Thomas, pakar astronomi dan astrofisika, mengemukakan bahwa ada penentuan arah kiblat yang menggunakan bayangan Matahari. Sekitar tanggal 26-30 Mei pukul 16.18 WIB dan 13-17 Juli pukul 16.27 WIB Matahari tepat berada di atas kota Mekkah.
Pada saat itu Matahari yang tampak dari semua penjuru Bumi dapat dijadikan penunjuk lokasi Kabah. Begitu pula bayangan benda tegak pada waktu itu juga dapat menjadi menentu arah ke kiblat.
Selain itu untuk daerah yang tidak mengalami siang, sama dengan Mekkah, waktu yang digunakan adalah saat Matahari di atas titik yang diametral dengan Mekkah. Waktu yang dapat dijadikan patokan penunjuk kiblat untuk wilayah tersebut adalah Matahari pada tanggal 12 hingga 16 Januari pukul 04.30 WIB dan 27 November hingga 1 Desember pukul 04.09 WIB.
Cara ini menurutnya paling mudah untuk mengoreksi arah kiblat, termasuk untuk garis saf di dalam masjid. Begitu mudah sehingga orang awam pun dapat melakukannya.
Beberapa waktu lalu di internet muncul tulisan Usep Fathudin, mantan Staf Khusus Menteri Agama, yang mengungkap beragam arah kiblat masjid-masjid di Jakarta. Kesahihan kiblat suatu masjid, menurutnya, perlu dicapai sebelum masjid dibangun. Hal itu karena pergeseran 1 sentimeter saja bisa berarti 100 kilometer penyimpangan jaraknya.
Meskipun begitu, menurutnya, akurasi arah kiblat 100 persen memang tidak diwajibkan dalam shalat, seperti tersebut dalam Al Quran Surat Al Baqarah ayat 144, yang memerintahkan untuk shalat ke arah kiblat. ”Kata-kata ’ke arah’ ditafsirkan sebagai usaha maksimal mengarahkan shalat kita ke Kabah di Mekkah,” urainya.
Walaupun begitu, upaya untuk mendekati ketepatan arah ke kiblat dapat dilakukan dengan berbagai cara. Usep menyebutkan, penentuan arah kiblat Masjid Al Mukhlishun di Griya Depok Asri, Depok Tengah, yang berdiri tahun 2001, menggunakan suatu kompas kecil berbahasa Inggris, dengan tulisan Latin dan Arab.
Pada alat penunjuk arah itu tertulis bahwa untuk Jakarta dan sebagian besar kota di Indonesia, arah utara jarum kompas harus menunjuk angka 9 sebagai arah kiblat.
Kenyataannya, survei arah kiblat yang dilakukannya di berbagai masjid besar di Jakarta memperlihatkan, kompas yang digunakannya menunjuk arah yang berbeda-beda di tiap tempat ibadah itu, berkisar dari 7,5 hingga 9.
Penentuan arah kiblat yang dipakai umumnya mengacu pada arah utara geografis sebenarnya, yang memakai arah kompas atau jarum magnetik yang disebut ”pencari arah Kabah”. Arah jarum magnetik di kompas mengarah berdasarkan kutub magnetik Bumi di kutub utara.
Ternyata arah utara magnetik Bumi itu berbeda di tiap kota dari waktu ke waktu. Hal ini dipengaruhi oleh rotasi Bumi. Penelitian menunjukkan arah utara magnetik terus bergeser sekitar 4,8 kilometer per tahun. Pada tahun 2005 pergeserannya mencapai 800 kilometer dari kutub utara sebenarnya. Pada 2050 diperkirakan utara magnetik Bumi mendekati Siberia.
Qibla Locator
Penggunaan kompas sebagai penunjuk arah kiblat belakangan memang dianggap kurang akurat. Belakangan diperkenalkan peranti lunak Qibla Locator yang termuat dalam situs web http://www.qiblalocator.com.
Qibla Locator atau penunjuk arah kiblat antara lain dirancang oleh Ibn Mas’ud dengan menggunakan peranti lunak aplikasi Google Maps API v2, sejak tahun 2006. Pengembangan tampilan dan aplikasinya kemudian melibatkan Hamed Zarrabi Zadeh dari Universitas Waterloo di Ontario, Kanada.
Pada Qibla Locator versi Beta seri 0.8.7 itu dilengkapi dengan geocoding dari Yahoo, pengontrol arah pada citra peta, dan indikator tingkat pembesaran. Hingga September 2007 dihasilkan empat versi Beta dengan beberapa aplikasi tambahan, Geocoder, dan tampilan jarak.
Dengan Qibla Locator yang berbasis Google Earth ini dapat diketahui arah kiblat dari mana pun kita berada. Untuk mengetahuinya, di bagian atas situs itu ada kotak untuk memasukkan lokasi, alamat atau nama jalan, kode pos, dan negara atau garis lintang dan garis bujur.
Maka di sisi kanan gambar peta akan muncul besaran arah kiblat atau kabah dan jaraknya dari posisi lokasi yang kita masukkan. Peranti lunak ini, menurut Thomas Djamaluddin, Kepala Pusat Pemanfaatan Sains Atmosfer dan Iklim Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) sangat membantu guna mengecek arah kiblat secara akurat. ”Ini bisa untuk koreksi massal masjid-masjid di Indonesia,” katanya.
Bayangan matahari
Thomas, pakar astronomi dan astrofisika, mengemukakan bahwa ada penentuan arah kiblat yang menggunakan bayangan Matahari. Sekitar tanggal 26-30 Mei pukul 16.18 WIB dan 13-17 Juli pukul 16.27 WIB Matahari tepat berada di atas kota Mekkah.
Pada saat itu Matahari yang tampak dari semua penjuru Bumi dapat dijadikan penunjuk lokasi Kabah. Begitu pula bayangan benda tegak pada waktu itu juga dapat menjadi menentu arah ke kiblat.
Selain itu untuk daerah yang tidak mengalami siang, sama dengan Mekkah, waktu yang digunakan adalah saat Matahari di atas titik yang diametral dengan Mekkah. Waktu yang dapat dijadikan patokan penunjuk kiblat untuk wilayah tersebut adalah Matahari pada tanggal 12 hingga 16 Januari pukul 04.30 WIB dan 27 November hingga 1 Desember pukul 04.09 WIB.
Cara ini menurutnya paling mudah untuk mengoreksi arah kiblat, termasuk untuk garis saf di dalam masjid. Begitu mudah sehingga orang awam pun dapat melakukannya.
Langganan:
Postingan (Atom)