Rabu, 29 September 2010

Ketika Penggunaan Metode Pencitraan Astronomi & Media Saling Bertaut.



Ilmu astronomi adalah ilmu yang mempelajari tentang antariksa dan benda langit, sedangkan medis adalah ilmu yang berkenaan dengan kesehatan. Apakah yang terjadi ketika keduanya bertaut? Apakah hal tersebut berkenaan dengan kesehatan di antariksa? Atau pengaruh antariksa terhadap kesehatan? Jawabannya bukanlah seperti itu, tetapi ketika perkembangan teknik-teknik dalam dunia medis diterapkan pada astronomi, sehingga pemahaman akan benda langit menjadi lebih baik lagi, bahkan dalam skala yang lebih luas, lebih banyak ilmu-ilmu yang lain memanfaatkan perkembangan pengetahuan yang diperoleh dari dunia medis. Tentulah ini sesuatu yang baru, dan menarik.

Bagaimana itu bisa terjadi? Tentunya di dunia kedokteran dikenal yang namanya MRI (Magnetic Resonance Imaging), yaitu peralatan yang dipergunakan oleh dokter untuk mendapatkan citra dari dalam tubuh manusia untuk keperluan menentukan tingkat kesehatan seseorang. Tentunya teknik dengan peralatan tersebut sangatlah penting dalam dunia kesehatan modern. Lalu bagaimana hal tersebut berkaitan dengan astronomi?
Bagi astronomi, perkembangan pengambilan data tentang langit terus berkembang secara luar biasa, dengan semakin banyaknya instrumen dalam jumlah besar, rumit, tetapi dengan begitu juga, para astronom juga kesulitan dalam memvisualisasikan data yang ada.
Sampai pada suatu ketika, di tahun 2004, Michael Halle, Direktur Laboratorium Visualisasi dari Laboratorium Perencanaan Bedah Rumah Sakit Brigham & Women’s, mengikuti ‘Lokakarya Tantanagan Visualisasi Riset’, yang di adakan oleh ‘National Institutes of Health/National Science Foundation‘. Di sana ia bertemu Alyssa Goodman, seorang astronom yang sedang memberikan presentasi mengenai perkembangan terkini visualisasi dalam astronomi, serta kendalanya.
Dari pembicaraan mereka lah, maka studi tentang penerapan pencitraan dalam medis untuk penelitian astronomi di mulai. Dan itu merupakan cikal bakal proyek studi & riset astronomi medis, yang dirintis oleh Harvard’s Initiative in Innovative Computing (di mana Goodman merupakan direktur pendirinya).
Terapan pertama konsep tersebut dilakukan oleh astronom Gus Muench, yang merupakan astronomi radio di Australia. Ia mempergunakan 3D Slicer , program open-source yang dipergunakan untuk visualisasi dan pencitraan, yang pada awalnya banyak dipergunakan dalam dunia medis.
Muench sedang mempelajari Nebula Pipa, yaitu awan debu pada rasi Ophiuchus, dan pada suatu malam pengamatan yang tidak berpihak padanya, langit diselubungi awan yang menghalangi frekuensi radio pengamatannya, dan sementara menunggu ia mencoba menciptkan visualisasi 3D dari data yang sudah ia peroleh. Dan bersama rekan astronomnya, ia menyadari bahwa proses visualisasi yang ia proses merupakan studi yang sangat menjelaskan tentang obyek yang ia pelajari.
Dan semenjak saat itu, maka studi dengan pemanfaatan visualisasi tersebut mulai banyak diterapkan dalam studi astronomi, dari studi dan pemetaan awan antar bintang, sampai remah-remah supernova.
Mengapa studi yang sangat berbeda tersebut bisa saling bertaut? Bagi dunia kesehataan, MRI memberikan gambaran tiga dimensi ruang, misalnya bisa menunjukkan adanya lokasi tumor dalam otak pasien. Tetapi bagi astronomi, semua data dalah dua dimensi dalam ruang, sebagaimana yang tampak oleh kita di langit dan plat citra.
Untuk menberikan informasi sebagai tiga dimensi, maka astronom harus memberikan variabel tambahan bagi data, misalnya data kecepatan benda bergerak. Kumpulan data tersebut disebut sebagai ‘data cubes’(kubus data), dan itu bisa divisualisasikan sebagai variabel ketiga, sebagai dimensi ruang, sehingga bisa diperoleh informasi tiga dimensinya.
Tentunya teknik tersebut memberikan harapan bagi studi astronomi di masa mendatang, karena dari hanya data dua dimensi ruang dan dengan penambahan instrumen-instrumen pengamatan yang makin canggih, kubus data bisa berkembang sampai set 7 dimensi: dua dimensi ruang sebagaimana yang selama ini telah diperoleh, jarak obyek dari Bumi, dua ukuran kecepatan pada gerak diri benda (pergerakan benda terhadap titik referensi diam di langit), kecepatan pada arah pandang pengamat (menjauh, mendekat), dan waktu. Dan dari itu semua maka bisa memberikan gambaran tentang alam semesta kita dengan lebih baik lagi.
Perangkat lunak yang awalnya dipergunakan, yaitu 3D Slicer, dikembangkan oleh Ron Kikinis, seorang dokter dari Rumah Sakit Brigham & Women’s, bekerja sama dengan Laboratorium Artificial Intelligence MIT. Kemudian berkembang mempergunakan program OsiriX (juga untuk pengguna Apple), yang juga dikembangkan oleh tim dokter dari Unviersitas California, LA, dan sekarang di Universitas Geneva.
Tetapi kedua program tersebut masih belum optimal dipergunakan untuk astronomi, secara khusus dalam pengolahan file dengan format FITS.
Salah satu proyek yang telah dikerjakan bisa dilihat pada Situs Astronomi Medis yang mengerjakan awan molekular pembentukan bintang pada rasi Perseus, yang datanya merupakan citra merah-infra nebula NGC 1333 dari Teleskop Antariksa Sptizer milik NASA.
Studi ini masih terus berkembang dan membutuhkan bantuan dari semua pihak yang berminat membantu. Apabila kita berminat mencoba mengembangkan, kita bisa juga bergabung pada “Komunitas Slicer” di www.slicer.org. Di dalamnya banyak pihak membantu pengembangan, tidak hanya ahli bedah, terapis kanker dan ahli anatomi tubuh – bahkan ada juga studi untuk fosil dinosaurus, tengkorak tikus, bahkan ada satu proyek yang memodelkan erosi sedimen dataran karena banjir.
Riset ruang-bumi (geospatial) bisa dikembangkan dengan memanfaatkan 3D Slicer, sebagaiman kerjasama Astronomi Medis ini telah dilakukan, dan bisa membuka wawasan tentang berbagai studi dengan bidang-bidang lain. Dan kesempatan ini bisa jadi kesempatan kita untuk ikut serta mempelajari hal-hal baru yang belum pernah terpikirkan sebelumnya. Jadi, kita pun bisa menjadi astronom, menjadi ahli kesehatan, tanpa berkesempatan sekolah di bidang tersebut, asal kita mau belajar. Siapa mau mencoba?
Sumber: Medical Software has Astronomers Seeing Stars , The Astronomical Medicine Project

Sabtu, 19 Juni 2010

PopCorn Bisa Sebabkan Paru-Paru Jebol ( Alert ! )


Aroma margarin pada popcorn yang khas ternyata mengandung penyakit. Seorang karyawan perusahaan popcorn di Missouri, Amerika Serikat, dilaporkan harus menjalani transplantasi paru-paru karena hanya 20 persen dari organ tubuh ini berfungsi.

Penyebabnya, ia terlalu sering menghirup aroma popcorn yang dipanggang memakai microwave. Demikian diungkapkan Lembaga Kesehatan dan Keselamatan Kerja Amerika Serikat di Missouri, baru-baru ini.

Kajian Lembaga Kesehatan dan Keselamatan Kerja AS menyebutkan si karyawan menderita paru-paru akibat menghirup zat kimia Diacetyl–sebuah senyawa yang memberi rasa khas pada margarin. Diacetyl memang ditemukan alamiah dalam margarin.

Tapi, pengusaha makanan popcorn biasanya menambah kandungan Diacetyl sebesar 10 persen untuk lebih menambah aroma dan rasa pada mentega. Hal ini ternyata mendatangkan risiko terhadap karyawan yang setiap hari menghirup aromanya.

Tingkat penggunaan zat Diacetyl kini tengah dibahas serius di Amerika Serikat. Sebab, popcorn lumrah dikonsumsi masyarakat sebagai camilan di kala senggang. Popcorn memang bakal menjadi makanan yang berbahaya jika aromanya dihirup setiap hari.

Namun, bagi konsumen yang cuma sesekali memakan popcorn tidaklah menjadi sebuah masalah besar. Kepastian itu ditegaskan Badan Pengawasan Obat dan Makanan AS (FDA). Kendati begitu, FDA menyarankan agar konsumen sebisa mungkin menghindari tersembur zat Diacetyl, jika tengah membuka kantong popcorn yang telah dipanggang. Bagi Anda pecinta popcorn di Indonesia, ada baiknya bersikap waspada

Rabu, 16 Juni 2010

Penyebab Erosi Email dan Gigi Berlubang !


Email gigi sama seperti kulit telur. Lapisan ini berfungsi melindungi bagian gigi yang paling lembut dan rentan erosi. Tapi, berbeda dengan kulit telur, lapisan tipis email gigi cenderung keras. Pada faktanya, email merupakan komponen terkeras dalam tubuh. Dengan perawatan baik, lapisan ini bisa menahan aktivitas menggigit dan mengunyah selama berpuluh-puluh tahun.

Apa yang membuat gigi berwarna putih?

Email gigi kelihatannya putih. Tapi sebenarnya, lapisan di bawahnya (dentin) yang berwarna putih. Lapisan email pada dasarnya semi bening atau tembus cahaya. Namun, konsumsi kopi, teh, anggur dan kebiasaan merokok bisa membuat lapisan email menjadi kuning atau abu-abu.

Erosi email dan gigi berlubang

Meskipun keras, bukan berarti email gigi tidak bisa rusak. Kandungan asam dari makanan dan bakteri bisa memakan email gigi, sehingga memicu erosi dan gigi berlubang. Selain itu, email juga bisa pecah atau retak. Dan berbeda dengan tulang, email tidak bisa tumbuh lagi. Kerusakan email bersifat permanen.

Kerusakan dan gigi sensitif

Apa yang terjadi saat email rusak? Lapisan di bawahnya rentan mengalami kerusakan. Gigi berlubang bukan masalah satu-satunya. Gigi dengan email rusak cenderung menjadi sensitif terhadap suhu ekstrim. Makan es krim atau minum kopi panas bisa menyebabkan rasa sakit atau ketidaknyamanan.

Bakteri rusak email gigi

Setelah makan, bakteri tertentu dalam mulut akan berpesta gula dari makanan manis atau tepung yang Anda konsumsi. Proses ini akan menghasilkan asam yang bisa merusak lapisan email gigi. Selain itu, kandungan asam dalam soda, jus dan minuamn ringan lainnya juga bisa merusak. Seiring waktu, asam ini akan menyebabkan erosi, sehingga mengecilkan ukuran gigi.

Gangguan makan dan pencernaan

Kondisi yang menyebabkan muntah atau naiknya asam bisa merusak email gigi. Saat asam lambung mencapai mulut, asam tersebut akan mengikis lapisan email gigi. Hal yang sama terjadi akibat berbagai kondisi yang menyebabkan muntah, mulai dari gangguan usus hingga gangguan makan.

Masalah mulut kering

Jika mulut Anda kering, akibat efek samping obat atau gangguan kesehatan, asam akan bertahan lebih lama, sehingga menyebabkan kerusakan yang lebih besar pula. Secara alami, air ludah menetralkan asam dalam mulut. Selain itu, air liur juga menyediakan mineral untuk menguatkan email gigi.

Kertakan gigi

Kertakan gigi merupakan salah satu penyebab kerusakan email gigi. Kondisi ini seringkali memburuk saat Anda tidur. Dalam kondisi tidur, tentunya Anda tidak bisa mengontrol kertakan gigi. Kertakan ini seringkali dipicu oleh stres. Karena itu, menurunkan stres bisa membantu. Selain itu, Anda bisa menggunakan pelindung mulut saat tidur.

Gigi sebagai pembuka botol

Tanpa sadar, banyak orang yang menggunakan mulut untuk membuka botol atau kemasan lainnya. Hal ini bisa memicu pecahan atau retakan permanen pada lapisan email gigi. Efek yang sama juga bisa disebabkan oleh aktivitas menggigit pulpen, kuku atau menggigit biji-bijian keras dan es.

Anak dan erosi email gigi

Banyak pakar, seperti dikutip situs webmd.com, meyakini bahwa erosi gigi meningkat, khususnya pada anak-anak. Hal ini karena anak-anak terlalu banyak minum soda dan minuman mengandung asam lainnya.

Lawan erosi email gigi

Anda bisa mengurangi erosi gigi dengan cara menggosok gigi setelah makan, menggunakan sikat gigi yang lembut serta pasta gigi yang menagndung fluoride. Selain itu, Anda bisa mengonsumsi susu atau sepotong keju sesudah makan. Makanan ini membantu menetralkan asam. Di samping itu, Anda bisa mengunyah permen karet bebas gula untuk menstimulasi produksi air ludah.

Perbaiki kebersihan gigi

1. Cobalah melakukan flossing secara teratur.
2. Gosok gigi perlahan-lahan. Menggosok gigi dengan sikat berbulu keras bisa merusak email gigi.
3. Berhati-hatilah mengunakan produk pemutih gigi. Jika tidak digunakan dengan benar, produk ini justru bisa merusak email gigi.
Alasan Dokter Bedah Selalu Menggunakan Baju Hijau !


Semula memang yang digunakan adalah warna putih yang melambangkan kebersihan. Namun, seorang dokter berpengaruh menggantinya dengan warna hijau karena menurut dia warna hijau lebih nyaman di mata.

Walaupun sulit dikonfirmasi mengapa warna hijau jadi populer karena alasan ini, hijau memang cocok bagi dokter untuk melihat lebih baik di ruang pembedahan, karena hijau adalah lawan dari warna merah dalam roda warna.

Menurut seorang ahli psikologi, melihat pada warna hijau dapat menyegarkan mata ahli bedah dalam melihat benda-benda bewarna merah, termasuk organ-organ tubuh yang berlumuran darah saat pembedahan. Melihat warna merah terus menerus menyebabkan sinyal warna merah di otak memudar sensifitasnya terhadap variasi warna merah.

Alasan lainnya adalah, terus-menerus berfokus pada warna merah akan menyebabkan ilusi nofa berwarna hijau pada latar warna berwarna terang atau putih. Ini akan menggangu penlihatan dokter. Jika warna baju ahli bedah berwarna hijau, ilusi ini akan memudar dan tidak akan mengganggu penglihatan dokter.
Bocah 12 Tahun dengan Tubuh 96 Tahun !


Hayley Okines, 12 tahun menderita penyakit progeria yaitu suatu penyakit penuaan dini, kondisi ini sangat langka yang mempengaruhi satu dari delapan juta orang.

Tapi meskipun menderita radang sendi, nafsu makan sedikit memiliki dan harus makan pil tiap pagi dan malam, ia tidak pernah menyerah.

Hayley saat ini akan menyelesaikan sekolah menengahnya, sesuatu yang dianggap orangtuanya tidak mungkin terjadi.

"Saya sangat bangga pada Hayley. Dia tidak membiarkan penyakit artritis-nya berhenti dan ia tetap bermain dengan teman-temannya dan rutin minum obatnya," ujar Kerry, ibu Hayley.

Remaja asal Bexhill, East Sussex, diperkirakan memiliki umur rata-rata untuk anak dengan progeria yakni 13 tahun dan hal itu terbukti ketika dia kehilangan sahabatnya yang mendidap penyakit yang sama pada tahun 2006 lalu.

Hayley dirawat dengan obat FTI (satu cara pengobatan sistem baru) selama dua tahun. Lewat obat ini, kulit Hayley tidak lagi mengkerut bahkan telah tumbuh bulu halus dan alis mata karena penggunaan obat itu.

Hayley cukup sehat untuk menghadiri sekolah menengah setempat dan keluarganya terkejut karena ia mampu beradaptasi dengan lingkungan barunya.
MASTER FILE

Master file (berkas induk) adalah file yang berisi objek-objek yang harus ada di sebuah unit kerja (enterprise). Misalkan, di sebuah perguruan tinggi, objek-objek yang harus ada seperti (1) mahasiswa, (2) dosen, (3) mata kuliah, (4) biaya kuliah, (5) ruang kelas, dan sebagainya. Objek-objek tersebut harus disimpan datanya di dalam file komputer, dan akan masuk ke dalam katagori master file.

Dynamic master file adalah master file yang salah satu atau lebih atributnya (field) akan berubah nilai datanya bila terjadi suatu transaksi. Sebaliknya, reference master file adalah master file yang seluruh atributnya tidak mengalami perubahan jika terjadi suatu transaksi (hanya digunakan sebagai referensi saja).
TRANSACTION FILE

Transaction file adalah berkas transaksi yang harus disimpan di dalam media penyimpanan eksternal komputer. Transaction file terjadi akibat adanya hubungan (relasi) antarmaster file. Misalkan, di perpustakaan ada master file PEMINJAM, dan BUKU. Ketika PEMINJAM melakukan peminjaman BUKU, maka terjadilah transaksi, dan transaksi tersebut harus dicatat, misalkan di file transaksi dengan nama PINJAM.

Mengacu pada prinsip basis data, tidak boleh ada atribut yang ganda (berisi sama) di semua file data yang ada kecuali untuk atribut kuncinya (key field), maka pada file data PINJAM, tidak boleh ada atribut nama peminjam dan buku yang dipinjam (lihat gambar 1).

Ketika transaksi PINJAM terjadi, tidak satupun atribut PEMINJAM mengalami perubahan, maka file PEMINJAM adalah file berjenis reference master file. Sedangkan pada file BUKU, ada atribut yang berubah nilai datanya, yaitu atribut jumlah buku. Ketika transaksi PINJAM terjadi, jumlah buku yang ada akan berkurang karenanya. Dengan demikian, file BUKU termasuk file berjenis dynamic master file.
Pemanfaatan saat ini

Ada beberapa ketidaksepahaman terhadap definisi atas "relasional" dari DBMS.

Definisi yang paling populer dari sebuah RDBMS seringkali dianggap kurang tepat; beberapa kalangan berargumentasi bahwa penyajian data sebagai kumpulan baris dan kolom sudah cukup memenuhi syarat untuk dikatakan sebagai sebuah RDBMS. Tipikalnya, sebuah sistem basisdata dikatakan memenuhi kriteria sebagai RDBMS apabila memenuhi hukum-hukum yang ditetapkan dalam 12 hukum Codd, namun pada kenyataannya justru kebanyakan sistem basisdata tidak mendukung sepenuhnya implementasi hukum-hukum Codd tersebut.

Kalangan lainnya beranggapan apabila sebuah sistem basisdata tidak mengimplementasikan keseluruhan hukum-hukum Codd tersebut, maka sistem tersebut tidak dapat disebut sebagai relasional. Pandangan seperti ini, yang banyak diterima oleh para teoritis dan kalangan-kalangan lainnya yang memegang teguh prinsip-prinsip Codd, tentunya akan mendiskualifikasikan banyak sistem basisdata yang ada saat ini "tidak murni relasional". Dalam kenyataannya, sistem basisdata yang menggunakan SQL (Structured Query Language) untuk mengakses dan memodifikasi data tidak bisa dikatakan sebagai RDBMS menurut definisi ini. Sementara itu, para pendukung atas sistem basisdata yang ada menyebutkan sebuah sistem basisdata yang menerapkan hanya beberapa dari hukum-hukum Codd tersebut disebut sebagai Sistem Manajemen Basisdata Semi-Relasional/Pseudo-Relational Database Management Systems (PRDBMS). Untuk sistem manajemen basis data yang sepenuhnya menerapkan hukum-hukum Codd tersebut selanjutnya disebut sebagai Sistem Manajemen Basisdata Murni-Relasional/Trully-Relational Database Management Systems (TRDBMS).

Saat ini, hampir seluruh RDBMS yang ada menerapkan SQL sebagai bahasa query namun juga menyediakan dan mengimplementasi beberapa alternatif lainnya. Alpora Dataphor adalah RDBMS yang tersedia secara komersil yang mengikuti secara penuh ke dua belas hukum-hukum Codd tersebut, dan kedua kelompok mengenalnya sebagai RDBMS.
Variasi dinamis

Keluhan yang muncul dan dikenal secara umum terhadap keberadaan RDBMS adalah kenyataan bahwa implementasi yang ada saat ini dipandang sebagai terlalu "statis". Spekulasipun bermunculan terhadap kemungkinan untuk membuat sebuah sistem basisdata generasi baru yang menggunakan model "relasional secara dinamis" dengan kolom yang bisa dibuat secara dinamis, ukuran yang berkembang secara dinamis, didefinisikan secara dinamis. Setiap baris dapat diimplementasikan sebagai map (kamus ataupun larik asosiatif) dan kolom-kolom yang tidak dikenal secara sederhana disajikan sebagai field kosong. Beberapa kalangan menganggap hal ini menyalahi model relasioal murni, namun kalangan lain menyanggah bahwa sebuah penggunaan map hanyalah sebagai detil implementasi saja. Sehingga dalam pandangan ini, sebuah "kolom yang tidak ditemukan/tidak ada" secara sederhana hanyalah dipandang sebagai perihal interpretasi dan dianggap sebagai pilihan cara penyajian saja.
Sejarah atas istilah RDBMS

Edgar F. Codd memperkenalkan istilah ini pada makalah seminarnya yang berjudul "A Relational Model of Data for Large Shared Data Banks". Salah satu definisi yang cukup dikenal secara luas atas sebuah sistem basisdata relasional adalah 12 hukum Codd. Namun demikian, pada awal-awal implementasinya banyak model relasional yang tidak mengikuti seluruh elemen-elemen yang terdapat dalam hukum-hukum Codd tersebut yang menjadikan terminologinya berkembang untuk mendeskripsikan sebuah tipikal sistem basisdata yang lebih luas. Dalam cakupan yang minimum sistem tersebut memenuhi kriteria berikut:

· menyajikan data pada pengguna dalam bentuk relasional (ditampilkan dalam bentuk tabular, sebagai koleksi dari tabel dimana setiap tabel beriisi sekumpulan baris dan kolom)

· menyediakan operator relasioanl untuk memanipulasi data dalam bentuk tabular

Sistem yang pertama kalinya yang secara relatif memenuhi implementasi atas sebuah model relasional adalah Pusat Studi Ilmiah IB, Inggris, di Peterlee; IS1 (1970-1972) dan implementasi lain yang mengikutinya PRTV (1973-1979). Sistem yang pertama kalinya dijual secara komersil sebagai RDBMS adalah Multics Relational Data Srore pada tahun 1978. Yang lainnya adalah Berkeley Ingres QUEL dan IBM BS12.
2. Abstraksi Data

Kegunaan utama sistem basis data adalah agar pemakai mampu menyusun suatu pandangan abstraksi dari data. Bayangan mengenai data tidak lagi memperhatikan kondisi sesungguhnya bagaimana satu data masuk ke database disimpan dalam sektor mana, tetapi menyangkut secara menyeluruh bagaimana data tersebut dapat diabstraksikan mengenai kondisi yang dihadapi oleh pemakai sehari-hari. Sistem yang sesungguhnya, tentang teknis bagaimana data disimpan dan dipelihara seakan-akan disembunyikan kerumitannya dan kemudian diungkapkan dalam bahasa dan gambar yang mudah dimengerti oleh orang awam.

Ada tiga kelompok pemakai dalam tingkatan abstraksi saat memandang suatu database, yaitu :

· Level Fisik : Level ini merupakan level abstraksi paling rendah karena menggambarkan bagaimana data disimpan dalam kondisi sebenarnya.


· Level Konseptual : Level ini menggambarkan data apa yang disimpan dalam database dan hubungan relasi yang terjadi antara data dari keseluruhan database. Pemakai tidak memperdulikan kerumitan dalam struktur level fisik lagi, penggambaran cukup dengan memakai kotak, garis,dan hubungan secukupnya.


· Level Pandangan Pemakai (View level) : Level ini merupakan level abstraksi data tertinggi yang menggambarkan hanya sebagian saja yang dilihat dan dipakai dari keseluruhan database, hal ini disebabkan beberapa pemakai database tidak membutuhkan semua isi database.


MENGELOLA DATA RESOURCES

1. Management Basis Data

Pentingnya data : bagi perusahaan untuk keunggulan kompetitif


Sebuah aktifitas manajerial yg mengimplementasikan teknologi informasi seperti manajemen database, gudang data dalam tugasnya untuk mengelola sumber data organisasi untuk memenuhi pihak yg berkepentingan.


Proses ini biasanya menggunakan (input-proses-output) untuk mengakses dan mengekstrak data yg releven serta mengubahnya kedalam bentuk umum.

Misalnya : beberapa anak perusahaan mencatat aktifitas menggunakan definisi data yg berbeda sehingga hasil data kurang optimal.

Pemecahan : membuat kesepakatan mengenai definisi data untuk semua kegiatan bisnis


A. DATA :

· Karakter : adalah suatu huruf, angka, symbol dsb.

· Field : sekelompok karakter yg terhubung contoh : nama

Field mewakili atribut (karakter/kualitas) dari entitas (objek, orang dsb)

Contoh : database PLN

· Entitas : pelanggan, meteran, tagihan, pembayaran, penggunaan materan

· Hubungannya : tagihan dikirim ke pelanggan dan pelanggan bayar

Catatan : field data yg saling terhubung dan dikelompokkan sehingga catatan dapat mewakili atribut

Contoh : catatan penggajian meliputi nama orang, upah, jaminan social dsb


B. File : catatan yg terhubung

Contoh : penggajian : master karyawan vs transaksi


C. Database : kumpulan terintegrasi dari elemen data yg secara logic saling terhubung

Jenis Database :

· Database Operasional : berisi data operasi perusahaan berupa transaksi, produksi dsb

· Database terdistribusi : data yg terdapat dalam server jaringan dapat berupa copy dari database operasional

· Database eksternal : dalam dunia maya

Contoh : database Produksi, database SDM


Data warehousing

Penggudangan data (data warehousing) adalah sebuah penampungan data secara elektronik dari sebuah organisasi. Gudang data (data warehouse) dirancang untuk memudahkan pelaporan dan analisa data.

Penggudangan data yang berfokus pada penyimpanan data. Namun, cara untuk mengambil dan menganalisis data, mengekstrak, mengubah dan mengambil data, dan untuk mengelola kamus data juga dianggap komponen penting dari sistem pengudangan data. Banyak referensi dalam pergudangan data ini menggunakan konteks yang lebih luas. Oleh karena itu, definisi yang diperluas untuk data pergudangan meliputi bussiness intelegence tools, alat-alat untuk mengambil, mengubah, dan memuat data ke dalam penampungan, dan alat-alat untuk mengelola dan mengambil metadata.


Manfaat Penggudangan data antara lain

· penggudangan data memberikan model data umum untuk semua kepentingan tanpa memperdulikan dari mana sumber datanya. Hal ini mempermudah untuk membuat laporan dan menganalisis informasi dibandingkan dengan model data yang beragam seperti faktur penjualan, kuitansi penerimaan barang, buku besar, dll

· Sebelum memuat data ke dalam gudang data, segala bentuk inkonsistensi diidentifikasi dan diselesaikan. Ini sangat mempermudah pelaporan dan analisis.

· Informasi dalam penggudangan data yang berada di bawah kontrol penggudang data, sehingga meskipun sistem sumber data berubah seiring waktu, informasi dalam gudang tetap dapat disimpan dengan aman selamanya. Karena terpisah dari sistem operasional, gudang data menyediakan media data tanpa memperlambat sistem operasional.

· Gudang data dapat bekerja bersama-sama karena itu dapat meningkatkan nilai aplikasi operasional bisnis, terutama sistem manajemen hubungan pelanggan.

· Penggudangan data dapat memfasilitasi sistem pendukung keputusan aplikasi seperti laporan kecenderungan (misalnya, dengan barang yang paling bagus penjualannya di wilayah tertentu dalam waktu dua tahun terakhir), melaporkan penyelewengan, dan laporan yang perbandingan antara kinerja sebenarnya dengan tujuan yang telah ditetapkan.


Data Mining ( Penggalian Data )

Data mining adalah proses penggalian pola tersembunyi dari data. Semakin banyak data dikumpulkan, dengan jumlah data yang dua kali lipat setiap tiga tahun, data yang menjadi semakin penting untuk mentransformasikan data menjadi informasi. Hal ini umumnya digunakan dalam berbagai praktek pencarian keterkaitan data, seperti pemasaran, mendeteksi penyelewengan dan penemuan ilmiah. Data Mining dapat diterapkan pada set data berukuran apapun. Namun, meskipun dapat digunakan untuk menemukan pola-pola tersembunyi di dalam data yang telah dikumpulkan, ia tidak dapat menemukan pola yang tidak ada dalam data, ataupun dalam data yang belum dikumpulkan. Selama berabad-abad, manusia telah menggali informasi secara manual dari data yang ada, tetapi semakin meningkatnya volume data dalam era modern telah memunculkan ide untuk penggalian informasi secara otomatis.

Sebuah sistem manajemen basis data relasional atau dalam bahasa Inggrisnya dikenal sebagai relational database management system (RDBMS) adalah sebuah program komputer (atau secara lebih tipikal adalah seperangkat program komputer) yang didisain untuk mengatur/memanajemen sebuah basis data sebagai sekumpulan data yang disimpan secara terstruktur, dan melakukan operasi-operasi atas data atas permintaan penggunanya. Contoh penggunaan DBMS ada banyak sekali dan dalam berbagai bidang kerja, misalnya akuntansi, manajemen sumber daya manusia, dan lain sebagainya. Meskipun pada awalnya DBMS hanya dimiliki oleh perusahaan-perusahaan berskala besar yang memiliki perangkat komputer yang sesuai dengan spesifikasi standar yang dibutuhkan (pada saat itu standar yang diminta dapat dikatakan sangat tinggi) untuk mendukung jumlah data yang besar, saat ini implementasinya sudah sangat banyak dan adaptatif dengan kebutuhan spesifikasi data yang rasional sehinggal dapat dimiliki dan diimplementasikan oleh segala kalangan sebagai bagian dari investasi .


Basis data

Basis data (bahasa Inggris: database), atau sering pula dieja basisdata, adalah kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut. Perangkat lunak yang digunakan untuk mengelola dan memanggil kueri (query) basis data disebut sistem manajemen basis data (database management system, DBMS). Sistem basis data dipelajari dalam ilmu informasi.

Istilah "basis data" berawal dari ilmu komputer. Meskipun kemudian artinya semakin luas, memasukkan hal-hal di luar bidang elektronika, artikel ini mengenai basis data komputer. Catatan yang mirip dengan basis data sebenarnya sudah ada sebelum revolusi industri yaitu dalam bentuk buku besar, kuitansi dan kumpulan data yang berhubungan dengan bisnis.

Konsep dasar dari basis data adalah kumpulan dari catatan-catatan, atau potongan dari pengetahuan. Sebuah basis data memiliki penjelasan terstruktur dari jenis fakta yang tersimpan di dalamnya: penjelasan ini disebut skema. Skema menggambarkan obyek yang diwakili suatu basis data, dan hubungan di antara obyek tersebut. Ada banyak cara untuk mengorganisasi skema, atau memodelkan struktur basis data: ini dikenal sebagai model basis data atau model data. Model yang umum digunakan sekarang adalah model relasional, yang menurut istilah layman mewakili semua informasi dalam bentuk tabel-tabel yang saling berhubungan dimana setiap tabel terdiri dari baris dan kolom (definisi yang sebenarnya menggunakan terminologi matematika). Dalam model ini, hubungan antar tabel diwakili denga menggunakan nilai yang sama antar tabel. Model yang lain seperti model hierarkis dan model jaringan menggunakan cara yang lebih eksplisit untuk mewakili hubungan antar tabel.

Istilah basis data mengacu pada koleksi dari data-data yang saling berhubungan, dan perangkat lunaknya seharusnya mengacu sebagai sistem manajemen basis data (database management system/DBMS). Jika konteksnya sudah jelas, banyak administrator dan programer menggunakan istilah basis data untuk kedua arti tersebut.
Data Resource Management


Ini diambil dari materi download , Pelajaran Manajemen dan SIM 2 , Dosen Diana Ikasari , tentang Data Resource Management



TEKNIK DASAR MANAGEMENT BASIS DATA

Basis data merupakan kumpulan data yang saling berhubungan (relasi). Relasi biasanya ditunjukan dengan kunci dari tiap file yang ada. Dalam satu file terdapat record-record yang sejenis, sama besar, sama bentuk, yang merupakan satu kumpulan entitas yang seragam. Satu record terdiri dari field yang saling berhubungan menunjukan bahwa field tersebut dalam satu pengertian yang lengkap dan direkam dalam satu record.


Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa basis data mempunyai beberapa kriteria penting, yaitu :

1. Bersifat data oriented dan bukan program oriented.

2. Dapat digunakan oleh beberapa program aplikasi tanpa perlu mengubah basis datanya.

3. Dapat dikembangkan dengan mudah, baik volume maupun strukturnya.

4. Dapat memenuhi kebutuhan sistem-sistem baru secara mudah

5. Dapat digunakan dengan cara-cara yang berbeda.


Prinsip utama basis data adalah pengaturan data dengan tujuan utama fleksibelitas dan kecepatan dalam pengambilan data kembali. Adapun Tujuan basis data diantaranya adalah sebagai berikut :

1. Efisiensi meliputi speed, space dan accurancy.

2. Menangani data dalam jumlah besar.

3. Kebersamaan pemakaian (Sharebility).

4. Meniadakan duplikasi dan inkonsistensi data.


Sistem basis data merupakan perpaduan antara basis data dan sistem manajemen basis data (SMBD). Komponen-komponen sistem basis data meliputi :

1. Perangkat Keras (Hardware) sebagai pendukung operasi pengolahan data.

2. Sistem Operasi (Operating System) atau perangkat lunak untuk mengelola basis data.

3. Basis data (Database) sebagai inti dari sistem basis data.

4. Sistem Manajemen Basis Data (SMBD).

5. Pemakai (User).

6. Aplikasi lain.


Perangkat untuk menjaga abstraksi data dikenal dengan sebutan data model. Data model merupakan kumpulan konsep yang dapat digunakan untuk menggambar struktur data. Struktur basis data meliputi tipe data, relationship, dan beberapa syarat yang harus dipenuhi basis data.
Ada beberapa definisi yang umum digunakan dalam basis data, yaitu :


Entitas : Entitas adalah orang, tempat, kejadian atau konsep yang informasinya direkam. Pada bidang Administrasi Siswa misalnya, siswa, buku, pembayaran.

Atribut : Atribut biasa disebut juga data elemen, data field, atau data item yang digunakan untuk menerangkan suatu entitas dan mempunyai harga tertentu, misalnya atribut dari entitas pegawai diterangkan oleh, nama, umur, alamat, pekerjaan.

Data Value (Nilai Data) : Data aktual atau informasi yang disimpan pada tiap data, elemen, atau atribut. Atribut nama pegawai menunjukan tempat dimana informasi nama karyawan disimpan, nilai datanya misalnya adalah Anjang, Arif, Suryo, dan lain-lain yang merupakan isi data nama pegawai tersebut.

File/Tabel : Kumpulan record sejenis yang mempunyai panjang elemen yang sama, atribut yang sama, namun berbeda nilai datanya.

Record/Tuple : Kumpulan elemen-elemen yang saling berkaitan menginformasikan tentang suatu entitas secara lengkap. Satu record mewakili satu data atau informasi.

1. Persyaratan Basis Data

Ada beberapa ketentuan yang harus diperhatikan pada pembuatan file basis data agar dapat memenuhi kriteria sebagai suatu basis data, yaitu :


a) Redudansi dan inkonsistensi data : Penyimpanan data yang sama dibeberapa tempat disebut redundansi, hal ini menyebabkan pemborosan dan menimbulkan inkonsistensi data (data tidak konsisten) karena bila terjadi perubahan terhadap data maka data harus dirubah dibeberapa tempat, hal ini tentunya tidak efisien.


b) Pengaksesan data : Data dalam basis data harus siap diakses oleh siapa saja yang membutuhkan dan mempunyai hak untuk mengaksesnya. Oleh karena itu perlu dibuat suatu program pengelolaan atau suatu aplikasi untuk mengakses data yang dikenal sebagai DBMS.

c) Data terisolasi untuk standarisasi : Jika data tersebar dalam beberapa file dalam bentuk format yang tidak sama, maka akan menyulitkan dalam menulis program aplikasi untuk mengambil dan menyimpan data, oleh karena itu data dalam satu database harus dibuat satu format sehingga mudah dibuat program aplikasinya

d) Masalah keamanan (security) : Tidak setiap pemakai sistem basis data

diperbolehkan untuk mengakses semua data, misalnya data mengenai gaji pegawai hanya boleh dibuka oleh bagian keuangan dan personalia, sedang bagian gudang tidak diperkenankan untuk membukanya. Keamanan dapat diatur dan disesuaikan baik ditingkat basis data atau aplikasinya.


e) Masalah integritas (Integrity) : Basis data berisi file yang saling berhubungan, masalah utama adalah bagaimana kaitan antar file tersebut terjadi meski diketahui bahwa file A terkait dengan file B, namun secara teknis ada field yang mengaitkan kedua file tersebut oleh karena itu field kunci tidak dapat diabaikan dalam merancang suatu basis data.


f) Multiple user : Salah satu alasan basis data dibangun adalah karena nantinya data tersebut digunakan oleh banyak orang, baik dalam waktu berbeda maupun bersamaan sehingga kebutuhan akan basis data handal yang mendukung banyak pemakai perlu dipertimbangkan.


g) Data independence (kebebasan data) : Pada aplikasi yang dibuat dengan bahasa pemrograman seperti BASIC misalnya, apabila program telah selesai dibuat dan ternyata terjadi perubahan terhadap struktur file maka program tersebut harus diubah, ini artinya program tersebut tidak bebas terhadap database yang ada. Berlainan dengan paket DBMS apapun yang terjadi pada struktur file, setiap kali hendak melihat data cukup dengan utility LIST. Ini artinya perintah DBMS bebas terhadap database karena apapun perubahan terhadap database, semua perintah akan stabil tanpa ada yang perlu diubah. Data independence dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu :


· Phisycal Data Independence : Kebolehan untuk mengubah pola fisik database tanpa mengakibatkan suatu aplikasi program ditulis kembali. Modifikasi pada level fisik biasanya hanya pada saat meningkatkan daya guna.


· Logical Data Independence : Kebolehan mengubah pola konseptual tanpa mengakibatkan suatu aplikasi program ditulis kembali. Modifikasi pada level konseptual teristimewa saat struktur logika database berubah, ditambahkan atau dikurangi.